content-marketing

Apa Itu Content Marketing?

Sekarang marketing/pemasaran konvensional sudah semakin ketinggalan dan kurang efektif, untuk itu penggunaan strategi marketing yang terbaru diperlukan.

Content Marketing Adalah

Content marketing adalah teknik pemasaran yang dilakukan dengan cara membuat dan mendistribusikan content yang bermanfaat, relevan dan konsisten untuk menarik dan mendapatkan target audiens yang sesuai dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan dari pengunjung website. ~Content Marketing Institute

Kata kunci yang perlu Anda perhatikan disini adalah “bermanfaat”, karena bisa membedakan marketing (pemasaran) dan periklanan (advertising).

Sebuah content dapat disebut content marketing jika banyak orang yang mencari, membutuhkan dan mendapatkan manfaat darinya. Sebaliknya jika kebanyakan orang justru menghindarinya, berarti content tersebut belum bisa disebut sebagai content marketing.

Dari sisi konsumen, sebuah content bisa jadi adalah iklan, content marketing, atau bahkan keduanya tergantung dari sudut pandang masing-masing konsumen.

Sebuah content akan memiliki fungsi marketing apabila dapat memberikan manfaat bagi konsumen, hal inilah yang membuatnya menjadi “content marketing”.

Tujuan utama dari content marketing adalah memberikan sebanyak mungkin manfaat kepada target konsumen. Lalu dimanakah perbadaan antara content marketing dan advertising? Beberapa contoh berikut ini akan memperjelas pandangan Anda mengenai content marketing.

content-marketing-inbody

5 Contoh Content Marketing

Ada banyak sekali jenis content marketing yang bisa dijadikan contoh untuk dibahas. Dengan pengenalan mendalam mengenai content marketing, Anda bisa mulai berpikir seperti seorang content marketer.

Dengan demikian Anda bisa melihat banyak inspirasi disekitar Anda yang berpotensi untuk dijadikan ide content marketing. Anda tidak akan bisa berhenti melihat begitu banyak gagasan baru untuk membuat content.

1. Infografik

Infographic (information graphics) atau infografik adalah representasi visual mengenai suatu informasi, data atau pengetahuan yang dibuat dengan tujuan agar bisa disampaikan dengan cepat dan jelas.

Umumnya infografik memiliki bentuk memanjang vertikal serta berisi data statistik, grafik, diagram dan informasi lainnya.

Untuk membuat content infografik, Anda bisa menyewa jasa desain grafis pada website penyedia freelance seperti Visua.ly. Selain itu, Anda juga bisa menggunakan jasa digitial agency, namun dengan biaya yang cukup mahal.

Baca Juga  Manfaat Marketing Online vs Marketing Tradisional

Pasalnya pembuatan infografik memerlukan banyak aspek seperti jasa perencanaan, strategi, riset, copywriting, dan desain. Tidak hanya sampai disana, infografik juga mencakup kegiatan promosi melalui media sosial atau blogger.

Salah satu cara alternatif adalah membuat board dengan akun Pinterest dan mulai mengumpulkan infografik yang berhubungan dengan target pasar bisnis Anda. Pada dasarnya cara ini merupakan sebuah content marketing dan Anda tidak perlu mengeluarkan dana untuk melakukannya.

2. Halaman Website

Apa yang membedakan sebuah halaman website biasa dengan halaman website yang mengandung content marketing? Perbedaan utama adalah pada konten yang disajikan atau ditawarkan pada konsumen website.

Anda bisa mencoba melihat “The Beginner’s Guide to SEO” dari website Moz, sebuah penyedia perangkat SEO dan sumber informasi terlengkap di internet (website dengan content marketing).

Informasi yang mereka berikan gratis dan telah dibaca jutaan kali oleh target konsumen yang sesuai. Hal itu membuat mereka mendapatkan konsumen yang tak terhitung jumlahnya.

Sementara itu website dengan content biasa yang ditawarkan misalnya adalah Teehan+Lax. Kebanyakan studi kasus selalu membosankan tapi tidak untuk perusahaan desain seperti Teehan+Lax.

Disini, mereka hanya memiliki studi kasus yang berisi informasi menarik dan bermanfaat bagi yang membutuhkan informasi tersebut tanpa menyediakan jasa perangkat SEO.

3. Podcast

Podcast adalah file rekaman audio digital yang bisa diunduh atau didengarkan secara online. Michael Hyatt, penulis buku “Platform: Get Noticed in a Noisy World”, telah membuktikan apa yang dia bicarakan. Podcast miliknya yang berjudul “This is Your Life”  telah diunduh sebanyak 250,000 kali setiap bulannya.

“Dengan menggunakan podcast, Anda dapat meningkatkan popularitas dalam dunia yang sangat berbeda, terutama iTunes,” tulis Hyatt.

Banyak orang yang sebelumnya tak mengenal Hyatt, sampai mereka menemukannya di iTunes. Hyatt membagikan informasi dan saran yang bermanfaat melalui podcast miliknya secara gratis.

Baca Juga  10 Tools Email Marketing Gratis

4. Videos

Gary Vaynerchuk adalah seorang pakar content marketing yang memanfaatkan video sebagai medianya.

Dia memulai karir dengan membuat video dan teknik online marketing untuk mempromosikan toko anggur milik keluarganya. Hasilnya, kini bisnis keluarga tersebut berkembang menjadi perusahaan dengan nilai US$ 45 juta.

Video dan podcast merupakan teknik pemasaran yang jarang digunakan karena kebanyakan orang menganggapnya sulit dan mahal. Biaya untuk menyewa ahli profesional untuk membuat sebuah video mungkin memang cukup mahal.

Tapi kini dengan peralatan yang sudah serba canggih Anda bisa menghasilkan video dan audio berkualitas tinggi dengan cara yang cukup mudah.

Bahkan video amatir dalam content marketing banyak digunakan untuk menjual produk seperti blender, peluncuran produk gigi, dan juga jasa konsultasi visa di Hong Kong.

5. Buku

Seperti halnya film, banyak orang beranggapan bahwa tujuan utama menulis sebuah buku adalah mendapatkan penjualan. Tapi, seorang pemasar yang handal tidak hanya menjual buku begitu saja, mereka menjual buku hanya sebagai alat pemasaran.

Michael Port menjual buku berjudul “Book Yourself Solid”, sebuah buku bagi entrepreneur, sales dan pemasar. Meskipun dia menikmati hasil penjualan buku, tapi buku tersebut sebenarnya adalah alat untuk mengarahkan konsumen agar menghadiri seminar dan pelatihannya.

Dengan self-publishing seperti ini maka siapa pun bisa dengan mudah untuk menerbitkan buku. Namun masih banyak orang yang beranggapan bahwa ini sulit, dan hanya seorang profesional bereputasilah yang dapat menerbitkan buku bisnis.

Coba untuk publikasikan buku Anda sendiri, dan meski orang tidak membacanya, Anda masih bisa menggunakannya sebagai bentuk content marketing setiap kali Anda dikenalkan sebagai seorang “Penulis buku…”.

 

Kenapa Content Marketing Penting?

Selain pentingnya pemahaman mengenai content marketing itu sendiri, pemahaman akan fungsi content marketing lebih penting. Pertama coba pahami empat langkah siklus pembelian:

Baca Juga  6 Tips Optimasi SEO Website

1. Awareness

Meskipun konsumen sadar mereka memiliki kebutuhan, tapi mereka tidak menyadari apakah kebutuhan mereka bisa menjadi solusi dari masalah yang mereka miliki saat ini.

2. Research

Disaat konsumen sadar mereka telah menemukan solusi, mereka akan melakukan riset untuk mencari tahu mengenai produk/jasa yang dibutuhkannya. Contohnya, pembeli mobil akan mencari tahu tipe mobil apa saja yang ada dan tipe mana yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

3. Consideration

Pada titik ini konsumen akan mulai membandingkan produk yang berbeda dari produsen berbeda untuk memastikan mereka mendapatkan produk terbaik dengan harga yang sebanding.

4. Buy

Pada tahap ini, konsumen akan mengambil keputusan dan melakukan tranksaksi pembelian.

 

Kesimpulannya adalah, periklanan tradisional dan pemasaran sangat efektif jika dilakukan pada tahap ketiga dan keempat (Consideration dan Buy).

Content marketing berada pada dua fase pertama proses pembelian dengan meningkatkan awareness sebagai solusi dan mengedukasi konsumen tentang produk yang mungkin belum pernah dipikirkan sebelumnya.

Return on investment dengan content marketing akan sangat fenomenal jika dilakukan dengan benar, bahkan sebagian besar content marketing tidak membutuhkan biaya periklanan.

Dari 95% hasil kesuksesan content marketing yang didapat adalah berasal dari artikel yang ditulis. Biaya yang dikeluarkan adalah waktu, tenaga dan kreativitas.

Content marketing juga memberikan keuntungan tambahan bagi channel digital marketing lainnya. Contohnya, bagi channel media sosial, marketing dapat meningkatkan jumlah interaksi fans/follower.

Sementara bagi SEO bisa memberikan tautan dari website lain dengan membuat content berkualitas di website Anda, serta memudahkan konsumen untuk menemukan bisnis Anda di halaman pencarian.

Faktanya, banyak perusahaan yang memberikan fokus utama strategi SEO mereka pada content marketing.

Sumber :

http://www.forbes.com/sites/joshsteimle/2014/09/19/what-is-content-marketing/

http://neilpatel.com/2015/02/03/the-definitive-guide-to-b2c-content-marketing/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *