Promosi Bisnis

Hindari Cara Ini Dalam Pemasaran Bisnis Anda

Salah satu upaya untuk mengembangkan dan mendapat keuntungan dari bisnis Anda adalah dengan melakukan pemasaran. Cepatnya perubahan teknik dan pendukung proses pemasaran bisnis membuat Anda mau tak mau segera mengikuti tren terbaru.

Anda tidak lagi bisa menggunakan teknik pemasaran bisnis tradisional. Pasalnya, kini pola transaksi dan tuntutan pasar juga sudah mengalami perubahan seiring berkembangnya teknologi. Oleh karenanya, tinggalkan pola pikir untuk melakukan pemasaran tradisional seperti :

1. Memanfaatkan Momen Tertentu

Beberapa tahun lalu, perusahaan dan pebisnis berlomba untuk mengadakan event melalui Twitter yang dihubungkan dengan suatu kejadian. Mereka melakukan hal itu usai insiden Oreo Superbowl.

Namun, kini Anda tidak bisa lagi mengandalkan hal seperti itu. Cara promosi dengan menunggu adanya suatu kejadian dan membuat konten yang berhubungan, tidak akan memajukan bisnis Anda. Hal itu malah akan membuat pelanggan atau follower merasa bosan, apalagi jika merek atau bisnis Anda belum banyak dikenal pasar.

Follower Anda di media sosial Twitter dan lainnya ingin melihat konten yang baru dan original. Mereka ingin mendapat konten yang bisa memberikan manfaat bagi mereka, bukan hanya sekedar konten promosi produk saja.

2.  Mengandalkan Traffic Organik Facebook

Kini Anda tidak lagi bisa mengandalkan traffic organik (pencarian) di Facebook karena berubahnya algoritma yang ada. Fokus Facebook sekarang adalah membuat pengguna mereka tetap senang dengan “melindunginya” dari konten iklan atau promosi.

Sistem yang berlaku sekarang mirip dengan prinsip penggunaan Google, dimana pengguna tidak tahu dan mengenal siapa Anda. Ini berarti, mereka tidak akan memasukkan keyword berisi nama Anda di kotak pencarian.

3. Minta Likes Dan Retweet

Ini adalah salah satu teknik yang sudah tidak berlaku lagi sekarang. Coba posisikan Anda sebagai pengguna media sosial dan ada merek yang meminta likes dari Anda ataupun retweet. Cara ini sebenarnya dapat dibilang memaksa follower melakukan promosi untuk kepentingan Anda sendiri.

Baca Juga  16 Cara Mudah Untuk Promosikan Website

4. Konten Hanya Untuk Engagemet

Walaupun memiliki konten yang viral adalah sebuah pencapaian yang bagus, namun hal itu terkadang malah mengesampingkan fokus utama, yaitu penjualan.

Gunakan media sosial semaksimal mungkin untuk benar-benar melakukan promosi dan meningkatkan penjualan. Bukan malah digunakan hanya untuk tujuan engagement.

5. Tidak Berinvestasi Yang Baik Untuk Media Sosial

Tiga tahun yang lalu, kebijakan yang dianut oleh para pebisnis tidak menyertakan pengeluaran dana khusus bagi aspek desain dan video untuk sosial media. Pasalnya banyak perusahaan tidak percaya akan kekuatan promosi media sosial.

Sekarang kita semua berada pada era dimana para pebisnis harus mengeluarkan biaya yang tinggi hanya untuk membuat konten media sosial. Anda bisa lihat sendiri, bahwa kini hampir semua merek mengandalkan media sosial dengan konten berkualitas di dalamnya untuk berjualan.

6. Tidak Mengerti Manfaat Media Sosial Yang Sebenarnya

Awalnya orang-orang menganggap media sosial hanya sebagai teknologi terbaru yang keren. Padahal media sosial adalah bagian penting dari dunia internet karena jumlah orang yang menggunakannya.

Hampir semua orang kini bergantung pada interner dan sosial media, baik untuk belajar, berkomunikasi dan melakukan bisnis. Jadi, semakin cepat Anda memahami media sosial dan cara melakukan pemasaran di dalamnya, maka Anda berkesempatan besar meningkatkan bisnis Anda.

7. Tampilan Layar

Faktor ini adalah salah satu hal yang tampak jelas perbedaannya. Pada titik ini, Anda harus mengevaluasi User Interface (UI) dan User Experience (UE) website bisnis Anda. Pastikan tampilan UI dan UE dapat terlihat dan digunakan dengan baik pada semua perangkat, khususnya perangkat mobile.

Sumber :

http://www.garyvaynerchuk.com/how-to-market-your-business/