customer sweet spot

Meningkatkan Strategi Bisnis Lewat Customer Sweet Spot

Istilah customer sweet spot pada dasarnya bukanlah hal yang baru. Istilah tersebut pada dasarnya terdiri dari dua kata yang sering dipergunakan dalam dua bidang yang berbeda. Customer merupakan kata yang seringkali dipergunakan dalam dunia bisnis untuk menggambarkan mengenai pihak yang mengharapkan output (produk dan servis) dari proses kerja yang dilakukan oleh suatu individu, organisasi, maupun perusahaan.

Sementara itu istilah Sweet Spot merupakan istilah yang sangat terkenal dalam dunia olahraga yang membutuhkan alat untuk memukul seperti tenis, golf, baseball, squash, cricket, dan sebagainya.

Sweet Spot itu sendiri berarti suatu tempat dimana segala kombinasi yang dihasilkan seperti teknik memukul, tenaga memukul, dan posisi memukul menghasilkan respon yang maksimum.
Customer Sweet Spot 1Berdasarkan semua definisi di atas customer sweet spot dapat didefinisikan sebagai respon maksimum yang diberikan oleh customer eksternal maupun internal terhadap output baik itu produk ataupun jasa yang dihasilkan oleh suatu individu, organisasi, maupun perusahaan. Hal yang menarik adalah apakah respon dan output yang dihasilkan tersebut muncul dari suatu usaha yang efektif dan efisien.

Pada gambar 1.1, dapat dilihat bahwa sweet spot yang dihasilkan mungkin hanya mencapai 1/6 dari usaha yang dilakukan oleh organisasi atau perusahaan tersebut. Bayangkan bila sweet spot tersebut dapat mencapai lebih dari setengah keinginan dan kebutuhan customer.

Hal tersebut menandakan bahwa seluruh usaha yang dilakukan mungkin bahkan akan menghasilkan respon yang lebih baik dari customer. Hal tersebut pada akhirnya akan berdampak langsung pada organisasi atau perusahaan.

Customer Sweet Spot 2Markey, Toit, dan Allen (2008) dalam artikelnya di Harvard Business Review yang berjudul  “Find Your Sweet Spot” menyampaikan bahwa pada dasarnya semua organisasi atau perusahaan sudah memahami konsep Segmentation, Targeting, dan Positioning untuk mengetahui mana customer yang merupakan potensi terbaik untuk men deliver produk ataupun jasa yang dihasilkan.

Baca Juga  Cara Memilih Nama Domain Website / Blog

Namun fakta yang mencengangkan adalah berdasarkan penelitian yang dilakukan, kurang dari 25% dari perusahaan-perusahaan yang melakukan market survey mengenai Segmentation, Targeting, dan Positioning tersebut mempercayai bahwa mereka telah mengambil langkah yang tepat terkait dengan hal tersebut.

Organisasi atau perusahaan terkadang terlalu berfokus untuk mendapatkan segmentasi pasar seluas-luasnya namun melupakan kapabilitasnya sendiri untuk mendesain dan men deliver nilai yang unik dan berharga di mata pelanggan.

Hal tersebut mengakibatkan banyak organisasi atau perusahaan mengejar potensial customer yang sebenarnya belum siap untuk dikejar oleh organisasi atau perusahaan tersebut. Lebih lanjut Markey, Toit, dan Allen (2008) lewat penelitiannya menemukan bahwa organisasi atau perusahaan yang berhasil memaksimalkan potensinya sangat baik dalam melakukan kedua hal ini:

1. Identifikasi Target Desain yang Menguntungkan

Target desain adalah sekelompok grup dari customer dimana kelompok tersebut merupakan customer yang sudah dan berpotensi menghasilkan keuntungan bagi suatu organisasi atau perusahaan.

Hal tersebut membuat suatu organisasi atau perusahaan sebaiknya melayani sekelompok grup customer tersebut dengan lebih baik dibandingkan organisasi atau perusahaan lain. Target desain bukanlah segmentasi yang harus dikejar, melainkan inti dari segmentasi tersebut.

2. Selalu melakukan pemeriksaan terhadap diri sendiri dengan secara ketat

Hal ini terkait dengan menyadari kemampuan diri sendiri. Organisasi atau perusahaan yang sadar dengan kemampuan diri sendiri akan secara yakin dan pasti menetapkan sasaran customer yang mereka tahu akan dapat mereka layani dengan pelayanan yang terbaik sehingga customer tersebut akan membawa keuntungan yang maksimum.

Kedua hal tersebut diterapkan dengan sangat baik oleh American Express pada tahun 1994. American Express menciptakan program Reward Plus Gold Card. Konsep program ini adalah dengan menetapkan biaya member tahunan yang lebih tinggi namun memberikan banyak keuntungan seperti poin ganda pada tahun pertama untuk pemakaian di tiket pesawat terbang dan juga hotel dan 1.5x poin pada tahun-tahun berikutnya.

Baca Juga  Long Tail Keywords Untuk Meningkatkan Konversi

Pemegang kartu tersebut juga memiliki fasilitas tambahan seperti kartu tambahan untuk anggota keluarga sampai dengan 5 buah kartu dan juga bantuan medis serta kondisi darurat lainnya. Strategi tersebut tentunya hanya menyasar Target Desain yang spesifik di kelompok customer American Express.

Tidak semua customer dapat mengambil program tersebut, dan tentunya American Express juga tidak dapat melayani seluruh customer dengan program tersebut secara efektif dan efisien apabila program tersebut diberlakukan untuk seluruh customer. Hasilnya adalah program tersebut menjadi salah satu program yang paling populer dan menguntungkan.

Penting bagi suatu organisasi atau perusahaan untuk dapat mengidentifikasi Customer Sweet Spot karena hal tersebut akan membantu memberikan kejelasan, fokus, dan juga membuat strategi bisnis menjadi searah dengan tujuan organisasi atau perusahaan.

Bila melakukan suatu strategi bisnis dengan terburu-buru tanpa menentukan Customer Sweet Spot yang tepat maka organisasi atau perusahaan tersebut akan menghabiskan waktu dan juga sumber daya di kelompok customer yang salah.

Sumber:
LinkedIn: Find Your Customers’ Sweet Spot For Digital Success

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *