HTML Email Untuk Pemasaran

Langkah Awal Menggunakan HTML Email untuk Pemasaran

Akun email memiliki jumlah pengguna tiga kali lebih banyak dibanding keseluruhan kombinasi akun facebook dan twitter. Selain itu, Anda bisa mendapatkan klik enam kali lebih banyak pada email dibanding pada twitter.

Sudahkah Anda membaca laporan yang menyebutkan bahwa email menghasilkan ROI tertinggi dibanding channel pemasaran lainnya? Hal ini mungkin akan membuat Anda mulai mempertimbangkan penggunaan email untuk meningkatkan penjualan dan pemasukkan bisnis Anda.

HTML email membutuhkan teknik khusus dalam perancangan konsep, pembuatan dan eksekusinya. Aspek teknis seperti mengirimkan email dalam dua versi dan penyimpanan file gambar perlu diperhatikan. Selain itu dengan HTML email Anda juga bisa memonitor seberapa sering email yang dibuka oleh penerima. Hal ini tentunya bisa digunakan untuk mengukur kesuksesan pemasaran bisnis Anda.

Multipart Email Delivery

Langkah penting dalam membuat halaman HTML adalah memastikan bahwa halaman yang telah Anda rancang dengan kode dan desain tampil dengan baik di kotak surat pembaca. Meskipun email HTML yang Anda buat bisa ditampilkan dengan baik pada program email Anda, beberapa penerima mungkin tidak bisa melihat email HTML dengan tampilan yang sama seperti Anda karena pengaturan email penerima tersebut adalah plaintext email atau email dengan teks biasa. Plaintext email tidak memiliki keindahan style sebagaimana yang dimiliki HTML email, yang menggunakan Cascading Style Sheet (CSS).

Plaintext email ini bisa digunakan sebagai versi alternatif bagi pengguna yang tidak bisa menerima email dalam bentuk HTML. Ketika penerima membuka email, program email secara otomatis akan menentukan jenis email yang ditampilkan. Pengaturan ini disebut format multipart/Alternative MIME.

Prinsip Dasar

  • Buatlah konten teks yang sederhana: Fokus pada pesan yang ingin disampaikan.
  • Untuk penampilan konten gambar:
    1. Gunakan absolute path untuk lokasi file gambar atau file (berawal dengan http://…).
    2. Pastikan file-file gambar tersebut disimpan dalam server yang bisa diakses public agar penerima email bisa melihat gambar dan mengunduh file.
    3. Hindari tempat penyimpanan data yang gratis, karena mereka sering kali memiliki keterbatasan bandwidth yang bisa membuat gambar tidak tampil.
    4. Gunakan gambar berekstension JPEG
  • Gunakan tables dan shim.gifs karena tidak semua program email bisa menampilkan kode HTML dengan level teknis CSS yang tinggi.
  • Atur lebar email sebanyak 600px atau kurang: Kebanyakan pengguna membuka email pada kotak preview, yang mana lebih sempit dan kecil. Jika perlu, gunakan persentase agar email yang dibuka tampil responsive.
  • Lakukan uji coba untuk mengetahui hasilnya dengan menggunakan beberapa program yang berbeda karena semua progam email menterjemahkan HTML dengan cara yang berbeda.
  • Layanan webmail memotong beberapa elemen: Email berbasis browser seperti Gmail, Yahoo, Hotmail memotong tag DOCTYPE, BODY, dan HEAD, sehingga kode Anda tidak menimpa kode mereka. Apapun kode yang Anda buat didalam tag-tag tersebut akan dihapus, seperti background colors, CSS, JavaScript, file latar belakang musik, dll. Solusinya Anda bisa menggunakan inline CSS dan juga tag FONT.
  • Berpikir seperti spam filter: Pertimbangkan teknik spam filter dan spam firewall saat Anda mendesain kode HTML untuk email, karena HTML email membutuhkan perlakuan yang berbeda untuk program-program email yang ada.
Baca Juga  14 Fitur Google Yang Belum Anda Ketahui

Email Open Tracking

Teknik ini bisa dilakukan dengan menyisipkan potongan gambar transparan pada bagian bawah email. Saat gambar pelacak diunduh dari server setelah penerima membuka email, maka email tersebut terhitung telah dibuka.

List Management

Gunakan praktek List Management untuk menghindari blacklist oleh Internet Service Provider (ISP) dan grup anti spam. Berikut beberapa tips untuk mengatur daftar email Anda:

  • Jangan pernah mengirim email penawaran kecuali penerima telah memberikan izin (opt in subscription)
  • Beberapa pengiriman email akan mengalami bounce, yaitu email tidak bisa disampaikan ke penerima. Terdapat dua macam bounce: soft bounce, yaitu penerima tidak tersedia untuk sementara, dan hard bounce, yaitu email tidak bisa disampaikan. Hapus hard bounce sesegera mungkin dari daftar, karena jika Anda tetap mengirim email kepada server meskipun telah diinformasikan email tersebut tidak ada, kemungkinan besar server akan memblok email Anda selanjutnya.
  • Jika sebuah email mengalami soft bounce tiga kali berturut-turut, sebaiknya hapus segera dari daftar. Jika Anda mengirim email harian, Anda mungkin ingin menunggu lebih lama untuk melihat apakah penyebab dari bounce tersebut bisa diatasi.
  • Permintaan berhenti berlangganan dari pembaca harus ditangani sesegera mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *