domain ip address hosting

Perbedaan IP Address, Domain dan Hosting

Apa sebenarnya perbedaan antara IP address, nama domain dan hosting? Pada dasarnya sebuah website terdiri dari beberapa file HTML, PHP, CSS dan juga file-file database serta script penting lainnya.

Jika Anda memiliki sebuah website, maka tentunya Anda ingin agar website tersebut bisa diakses kapanpun dan di mana pun oleh pengunjung. Oleh karenanya, website yang Anda miliki harus memiliki IP address, nama domain dan juga hosting.

Apa itu IP Address?

Agar pengguna bisa melihat sebuah website, mereka perlu mengetahui alamat internet dimana server yang memiliki hosting dengan file website tersebut. Alamat ini dinamakan Internet Protocol atau IP address yang berbentuk angka-angka, seperti ini 173.194.70.113

Jika Anda mengetikan IP address tersebut di address bar pada browser seperti Firefox, Internet Explorer, Opera, Safari, Chrome, maka yang akan ditampilkan yakni halaman home Google, itu karena IP address tersebut milik google.com

Contoh lainnya dari IP address yang bisa Anda coba.

72.246.51.15 = www.nasa.gov
152.91.56.138 = www.gov.au
208.185.127.40 = www.about.com

Tidak mungkin bagi seseorang untuk mengingat ratusan IP address jika ingin mengunjungi banyak website setiap harinya. Karena itu, disinilah nama domain berperan.

Setiap mesin yang terhubung dengan internet memiliki IP address, seperti smartphone, modem Wi-Fi, printer, mesin faks, bahkan dispenser atau mesin soda saja memiliki IP address. Bisa dibilang IP address layaknya sebuah plat mobil atau nomor telepon yang menunjukkan kepemilikan seseorang.

Apa itu Nama Domain?

Nama domain adalah sebuah alamat yang mudah untuk diingat dari sebuah website. Anda pasti akan lebih memilih untuk mengetik “www.google.com” dibandingkan dengan mengetik “173.194.70.113” di browser, meskipun keduanya akan mengarahkan Anda ke halaman yang sama.

Baca juga:  Jasa Pembuatan Website Company Profile

Memiliki nama domain memang tidak wajib, namun Anda mungkin akan menjadi satu-satunya pemilik website dimana pengguna harus memasukkan IP address yang rumit untuk bisa mengunjungi website Anda.

Nama domain
Bagian yang dikotak merah adalah nama domain

Ketika Anda mendaftarkan nama domain untuk website Anda, maka nama tersebut menjadi milik Anda sepenuhnya sehingga tidak ada website lain yang bisa menggunakannya. Pada dasarnya nama domain bertugas untuk menggantikan atau menutupi IP address dengan nama yang lebih mudah untuk diingat pengguna dan juga Anda sendiri.

Tidak akan ada pengguna yang mau datang berkunjung ke website Anda jika masih menggunakan IP address dan mereka harus mengingat angka yang rumit seperti itu.

Aturan Nama Domain

Nama domain diatur dari kanan ke kiri

Dengan deskriptor umum ke kanan dan deskriptor tertentu ke kiri. Sama seperti nama keluarga (marga) ada di bagian sebelah kanan, dan nama asli seseorang di sebelah kiri. Deskriptor ini disebut dengan domain.

Top level domain (TLD) atau domain induk

Ada di bagian kanan nama domain. Sementara itu domain level menengah berada di tengah. Kemudian nama mesin yang digunakan (umumnya www) ada di bagian kiri.

Tingkat domain dipisahkan oleh titik (.)

Misalnya, pada tingkat atas digunakan .com, sementara itu pada tingkat menengah digunakan .co.

Secara teknis, nama domain umumnya merupakan bagian dari alamat internet yang lebih besar yang disebut dengan URL. Nama URL lebih detail dan menghadirkan informasi yang lebih banyak dibandingkan dengan nama domain.

Nama URL bisa termasuk alamat tertentu dalam sebuah website seperti halaman, nama folder, nama mesin dan bahasa protokol. Namun, dengan memiliki sebuah nama domain, bukan berarti website Anda sudah bisa tersebar luas dan digunakan oleh seluruh dunia. Untuk itu, Anda juga membutuhkan sebuah hosting.

Baca juga:  Cara Membuat Navigasi Website yang Ramah SEO

Subdomain

Subdomain adalah bagian dari domain utama atau bisa dikatakan, subdomain adalah anak dari domain. Untuk subdomain dapat dibuat sebebas mungkin tanpa perlu membeli lagi domain dan juga sering digunakan untuk membedakan fungsi atau bagian halaman dari website.

Misalnya, domain website www.progresstech.co.id, subdomain website tersebut adalah sub.progresstech.co.id yang merupakan bagian dari domain utama yang digunakan untuk repository file. Atau digilib.yoursite.com yang merupakan subdomain yang digunakan untuk digital library.

"Contoh

Apa itu Hosting?

Hosting adalah sebuah tempat atau ruang di server, dimana file website Anda beserta database diletakkan dan diakses baik oleh pengguna maupun bot mesin pencari.

Untuk lebih mudah memahaminya, Anda bisa menganalogikan nama domain, data website dan hosting dengan sebuah bangunan rumah misalnya.

Ilustrasi hosting, domain dan IP adress
Ilustrasi hosting, domain dan IP adress

Pada gambar di atas, anggaplah hosting sebagai sebuah bangunan rumah yang menyimpan banyak hal seperti furnitur yang dalam hal ini merupakan data website. Untuk mengunjungi sebuah rumah, pasti Anda harus mengetahui alamatnya bukan ? Alamat rumah disini bisa Anda analogikan sebagai nama domain.

Sebuah web hosting biasanya mengacu pada web server (komputer besar) yang menyimpan banyak file data. Sebuah penyedia web hosting biasanya menyewakan server web dan koneksi internet ke pengguna akhir ataupun reseller.

Pada banyak kasus, penyedia hosting akan menjadi pihak yang menangani sejumlah tugas seperti pemeliharaan server termasuk backup website, konfigurasi root, pemeliharaan, perbaikan kerusakan dan lainnya.

Sumber:
SiteGRound: “Web Site vs Domain Name vs Hosting – what are the differences?”

3 thoughts to “Perbedaan IP Address, Domain dan Hosting”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *