Website Search

Perkembangan Long Tail untuk SEO di 2016

Long tail keyword (kata kunci long tail) telah lama menjadi bagian yang penting bagi teknik SEO, bahkan sejak kata kunci pertama kali digunakan. Long tail keyword muncul karena pada awalnya pencarian hanya menggunakan satu kata dan kata kunci yang terkonsep terlalu pendek. Kata kunci yang pendek juga memiliki banyak saingan dan saat ini sudah jarang orang melakukan pencarian dengan kata kunci terkait.

Misalnya saja, sudah tidak ada atau jarang orang yang mencari kata “musik” di kotak pencarian Google, karena hasil yang didapatkan sangat beragam sehingga belum tentu ia mendapatkan informasi yang diinginkannya.

Long tail keyword akan menambahkan data dan merubah kata kunci menjadi hasil pencarian yang lebih kontekstual. Misalnya, jika Anda memilih “music” sebagai kata kunci utama, maka kata kunci long tail-nya adalah “local live music”. Istilah long tail diambil dari perubahan jumlah pencarian yang berangsur-angsur berkurang saat ditampilkan dalam bentuk grafik.

Sejak saat itu konsep dari long tail keyword perlahan-lahan berubah, dan kini pada penggunaan long tail keyword semakin penting bagi perkembangan SEO.

 

Semantic Search

Gelombang baru dan evolusi selanjutnya dari long tail keyword adalah semantic search (kata kunci semantik). Jika Anda menggunakan long tail keyword “long live music”, maka semantic search akan berbentuk seperti pertanyaan dalam sebuah percakapan di dunia nyata.

Sebelumnya hal ini tidak memungkinkan untuk dilakukan dengan search engine. Sejak lama Google dan search engine lainnya hanya mengandalkan kata kunci tunggal untuk mencari tahu isi sebuah website, kemudian menggabungkan semuanya. Kini, Google masih mencari cara untuk mengurai kalimat pertanyaan semantic.

Salah satu alasan paling utama dari semantic search yaitu karena diciptakannya vocal search engine seperti Siri dan Cortana. Pengguna tidak akan mengucapkan kata kunci untuk mencari sesuatu dengan mesin pencari, tetapi memberikan pertanyaan.

Baca Juga  Meningkatkan Efektivitas & Efisiensi Strategi Bisnis Lewat “Customer Sweet Spot”

Perusahaan-perusahaan dibalik program ini telah menghabiskan waktu yang sangat banyak untuk mempelajari bagaimana caranya menguraikan pertanyaan. Mereka mencoba mencari tahu makna dibalik pertanyaan meskipun tetap mencoba membuat program tersebut bingung pada awalnya. Namun pada akhirnya mereka berhasil dan telah menciptakan hal menakjubkan ini.

Semantic Search
Contoh hasil pencarian dan hasil jawaban dari semantic search

Hasil akhirnya adalah engine yang kuat dan dapat menerima kalimat dan menguraikan maknanya. Hasil akhir lainnya adalah menggunakan makna dari kalimat tersebut dalam bentuk kata kunci long tail untuk menemukan hasil pencarian yang relevan.

 

Latent Semantic Indexing (LSI)

Search Engine Ilustration
Penitngnya penggunaan dan pemilihan keyword dalam sebuah website

LSI adalah cara search engine untuk mencari tahu isi dari suatu halaman website. Hal ini juga menjadi alasan mengapa Anda tidak bisa menggunakan satu kata kunci dalam sebuah content (isi website) yang tidak berhubungan dan berharap mendapat peringkat untuk kata kunci tersebut.

Pada dasarnya, LSI adalah pemeriksaan sebuah content untuk memprediksi kemungkinan isi dari content tersebut. Google mungkin akan melihat artikel dengan judul “Top 10 Venues for Good Local Music” dan akan mencari tahu mengenai apakah isi dari content itu.

Kemudian Google menggali ke dalam content dan mengkategorikan kata dan frasa lainnya. Pencarian kata kunci lain yang akan dilakukan selanjutnya antara lain, jenis musik, nama tempat, alamat dan seterusnya. Melalui proses yang sangat tersaring dan teradaptasi ini, Google akan menilai seberapa relevan content Anda untuk topik tersebut.

Hal ini yang menyebabkan mengapa keyword density (jumlah kata kunci yang digunakan dalam sebuah content) tidak begitu berguna lagi di dunia search engine masa kini. Di masa lalu, saat semuanya lebih sederhana, Google akan menentukan topik sebuah content berdasarkan seberapa sering sebuah kata kunci digunakan dalam content tersebut.

Baca Juga  Tips Digital Marketing Untuk UKM

Namun hal ini ternyata membuat prosesnya menjadi lebih mudah disalahgunakan, sehingga harus dirubah. Sejak saat itu, selalu terjadi “peperangan” antara webmaster yang berusaha menyalahgunakan pengetahuan mereka mengenai kata kunci, dan Google yang berusaha membuatnya semakin sulit untuk dilakukan. Tentu saja pada akhirnya Google lah yang keluar menjadi pemenangnya.

 

Menciptakan Content Masa Kini

Sebenarnya sejak dulu sudah banyak diketahui bahwa kunci untuk mendapatkan peringkat di halaman pencarian adalah dengan menciptakan content yang baik. Anda tidak perlu mempedulikan mengenai kata kunci yang spesifik atau keyword density. Untuk melakukan pencarian dengan “find good local music” atau “great local music” dan “local venues for live music”, kurang lebih semuanya memiliki makna yang sama.

Melainkan, buatlah content yang berkualitas mengenai topik website Anda. Misalnya Anda memasukkan informasi mengenai dimana pengguna bisa menemukan live music di kota asalnya.

Keyword Stuffing
Gunakan kata kunci yang efektif dalam perbaruan content

Bisa disimpulkan bahwa penggunaan kata kunci long tail sebagian besar berkisar pada bagaimana menulis content yang berkualitas. Dalam konteks ini adalah content dalam bentuk percakapan yang bisa menjawab pertanyaan pengguna search engine.

Jika Anda ingin mencakup kata kunci tertentu, tulis sesuatu mengenai topik tersebut. Jangan mencoba untuk menulis sesuatu yang umum dan tidak mendetail lalu kemudian memasukkan kata kunci secara paksa. Itu akan membuat website Anda terlihat mempraktekkan teknik SEO yang dilarang oleh Google, yaitu keyword stuffing.

Jika Anda menulis sebuah artikel dengan kata kunci “great local music venues” tapi keseluruhan artikel tidak ada hubungannya dengan kata kunci tersebut, maka LSI akan sangat rendah. Google kemudian akan memutuskan bahwa halaman dengan artikel tersebut tidak relevan maka peringkat yang didapat pun tidak akan tinggi.

Baca Juga  16 Macam Alternatif Mesin Pencari Selain Google

Kata kunci sebagai satu kesatuan frasa tidak akan pernah usang. Hal tersebut sangat tidak mungkin untuk terjadi, karena search engine mencari dan mengumpulkan teks yang terbuat dari kumpulan kata-kata.

Selama manusia masih berkomunikasi secara verbal menggunakan tulisan ataupun percakapan, maka kata kunci akan tetap digunakan untuk mengumpulkan data dari content. Satu-satunya hal yang akan berubah beberapa tahun ke depan adalah semakin meningkatnya kecanggihan Google dan search engine lain dalam menguraikan makna sebuah content website.

 

Sumber :

http://www.seoblog.com/2015/05/properly-use-long-tail-seo-2015/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *