Cara Menghitung ROI Sosial Media

Cara Menghitung ROI Sosial Media Untuk Bisnis

ROI (Return of Invesment) adalah pengembalian investasi (keuntungan) yang dihasilkan dari sebuah investasi. Investasi yang dimaksud dalam konteks ini adalah pemasaran suatu bisnis melalui sosial media. Tingkat keberhasilan ROI diukur dari tingginya jumlah penghasilan yang sudah didapat dibandingkan dengan investasi yang sudah dikeluarkan untuk pemasaran bisnis.

Sosial media kini sudah menjadi salah satu channel pemasaran yang sejajar dengan media cetak dan elektronik. Dengan demikian, sosial media kini harus memiliki standar yang sama dengan channel lain. Untuk itu ROI sosial media sekarang harus memiliki kontribusi bagi bisnis Anda.

Untuk membuktikan bahwa investasi pada sosial media benar-benar bermanfaat, Anda harus mengukur bagaimana sosial media mempengaruhi setiap interaksi dengan klien bisnis Anda. Berikut ini ada beberapa penjelasan bagaimana cara menghitung ROI sosial media untuk bisnis Anda.

 

Bagaimana Cara Menghitung ROI Sosial Media Untuk Bisnis

  1. Koneksikan ROI Sosial Media dengan Target Bisnis Anda

Langkah pertama adalah menetapkan tujuan sosial media yang bermanfaat untuk mendukung target bisnis yang sudah ada. Jika target sudah ditetapkan secara spesifik, tetapkan juga jumlah spesifik yang harus dicapai dari sosial media. Jika salah satu target Anda adalah meningkatkan konversi landing page sebanyak 10%, pastikan Anda memonitor jumlah konversi pengunjung halaman itu yang berasal dari sosial media. Lakukan audit terhadap kemampuan promosi sosial media Anda saat ini, baru kemudian tetapkan target untuk masa yang akan datang.

Popularitas brand yang diciptakan oleh sosial media memang bisa dilihat dari jumlah like, komentar ataupun retweet, tapi ini saja tidak cukup. Menurut Altimeter, hanya 34% dari bisnis yang merasa bahwa strategi sosial media mereka berpengaruh terhadap pemasukan. Untuk membuktikan manfaat sosial media, Anda harus mengukur ROI sosial media karena ini berhubungan dengan tujuan bisnis yang lebih umum.

Contoh poin sosial media yang perlu di monitor antara lain:

  • Reach
  • Site traffic
  • Leads generated
  • Sign-ups and conversions
  • Revenue generated

Disini keakuratan data sangat diperhatikan, mengingat sosial media memegang peranan penting bagi pemasaran, bukan hanya sebagai sarana sosialisai. Menghubungkan sosial media kepada hal yang lebih luas dengan memberikan koneksi kepada tujuan dan target setiap departemen dalam bisnis akan sangat membantu pencapaian target utama bisnis.

Baca Juga  6 Cara Promosi Bisnis Di Media Sosial

 

  1. Pilih Perangkat Pendukung Analisa Sosial Media Untuk Mengukur ROI

Setelah tujuan sosial media ditentukan, Anda akan membutuhkan perangkat pendukung untuk mengukur ROI dari sosial media. Hal ini mungkin termasuk menambahkan kode tracking pada URL, membuat landing page yang sesuai, dan banyak lagi.

  • Berikut ini beberapa perangkat pendukung analisa sosial media yang akan memberikan data statistik yang Anda butuhkan:
  • Google Analytics: Monitor pengunjung website, konversi pada website, dan pendaftaran (sign-up) yang dipicu oleh sosial media.
  • Salesforce: Tambahkan kode tracking salesforce pada tautan yang Anda bagikan pada jejaring sosial. Saat dihubungkan dengan aplikasi pemasaran otomatis seperti Marketo, Anda bisa melacak kampanye spesifik atau pesan pada sosial media mana yang menghasilkan penjualan.
  • Hootsuite Analytics: Hootsuite menawarkan berbagai macam perangkat untuk analisa yang membantu Anda mengukur pencapaian, konversi dan banyak lagi.

 

  1. Kalkulasi ROI Sosial Media

Setelah Anda selesai menentukan target dan memilih perangkat analisa sosial media, kini saatnya untuk benar-benar mengukur ROI sosial media. Kemampuan untuk melakuan monitor harus terpasang pada semua tindakan yang bisa dilakukan di sosial media. Jadi, Anda tidak perlu bersusah payah untuk mencoba dan membuktikan kesuksesan sebuah kampanye atau promosi.

Buat template laporan analisa akan membantu Anda untuk memonitor objek yang diinginkan tanpa harus membuat template untuk tiap tiap kampanye. Laporan ini juga akan menampilkan data yang dapat dimengerti dengan mudah, membantu Anda untuk menjelaskan ROI lebih efektif, dengan departemen terkait di perusahaan Anda.

Anda harus memeriksa berbagai objektif yang ada di sosial media Anda secara berkala, untuk memastikan bahwa target sosial media telah tercapai. Siklus hidup kampanye sosial media biasanya sangat pendek, jadi Anda harus tetap up-to-date dengan data yang ada. Pilih jangka waktu yang sesuai untuk Anda, dan tetap ikuti dengan disiplin. Anda bisa memiliki laporan yang dikirim via email pada hari tertentu setiap minggunya, jadi Anda tidak perlu mengingat kapan harus mengunduh laporan.

Baca Juga  10 Hal Yang Tidak Boleh Anda Lakukan di Instagram Toko Online

 

  1. Sesuaikan untuk Mengembangkan

Setelah Anda menemukan apa yang memberikan dampak dan mana yang tidak pada sosial media, kini waktunya untuk mengatur strategi. Tujuan dari memonitor ROI sosial media bukan hanya membuktikan nilai dari kampanye, tapi juga meningkatkan nilainya dari waktu ke waktu.

Disebabkan oleh singkatnya siklus hidup kampanye sosial media, kampanye yang gagal harus diganti dan dikembangkan secepatnya. Sosial media tidak pernah statis, perubahan selalu terjadi dan Anda harus selalu siap akan ini. Untuk mencapai tujuan ROI sosial media, Anda harus memperbarui secara berkala dan memiliki strategi yang beradaptasi dengan data analisa yang telah dimonitor.

Berikut secara garis besar formula untuk menghitung ROI Sosial Media:

ROI = (return – invesment) / invesment

Untuk mengukur ROI, elemen utama yang perlu dihitung adalah:

  1. Identifikasi investasi finansial di sosial media
  2. Berikan perkiraan biaya pada target yang ingin dicapai dengan sosial media

 

Cara menghitung Laba(Return)

“Laba” adalah salah satu elemen yang paling rumitĀ  karena ini bisa diartikan berbeda bagi satu sama lain. Sebagai contoh, kita berhenti menghitung ROI sosial media pada blog disaat target konversi kita berubah.

Langkah Pertama: Tentukan Target

Terdapat banyak kemungkinan mengenai target apa yang ingin dicapai dan konversi apa yang akan dimonitor. Dibawah ini sebagian dari daftar tersebut yang bisa menjadi inspirasi bagi Anda:

  • Follower baru
  • Klik pada link tertentu
  • Pembelian online
  • Contact form
  • Sign up newsletter
  • Download Ebook(pdf)
  • Durasi kunjungan halaman tertentu
  • Sosial media(share, like, follow)
  • Durasi menonton video

Langkah Kedua: Monitor Target Anda

Pilih satu atau lebih target konversi, dan mulai monitor. Anda bisa memonitor konversi website seperti penjualan, unduhan, pendaftaran dengan Google Analytics. Sementara untuk sosial media bisa dimonitor dengan perangkat manajemen sosial media.

Langkah Ketiga: Tetapkan Nilai Finansial

Setelah Anda menentukan target dan memonitor setiap perkembangannya, sekarang saatnya menghitung sisi finansial dari ROI. Berikut beberapa metode yang bisa dipilih:

  • Lifetime value – Seberapa banyak Anda bisa menghasilkan keuntungan dari rata-rata konsumen? Silakan coba kalkulator disini, dan artikel yang berhubungan erat disini.
  • Lifetime value dikalikan tingkat konversi – Berapa nilai dari tiap kunjungan yang potensial?
  • Rata-rata penjualan – Berapakah rata-rata pembelian di website Anda?
  • Biaya Pay Per Click – Berapa banyak biaya yang akan Anda habiskan jika menggunakan iklan untuk mendapatkan konversi yang sama dari sosial media?
Baca Juga  10 Tips Guerrilla Marketing Untuk Sosial Media

Pada akhirnya Anda akan berhadapan dengan laporan dari perangkat analisa website, seperti Google Analytics misalnya yang menyajikan data seperti dibawah ini. Pada tabelĀ  tersebut dicantumkan konversi yang dihasilkan oleh tiap kanal pemasaran dan estimasi rata-rata nilai konversi tersebut.

Biaya PPC (Paid Per Click) bisa jadi merupakan bagian yang paling menarik pada laporan diatas. Pada dasarnya, Anda akan membandingkan jumlah yang akan Anda bayarkan untuk menambah follower baru, klik, impression, dll. Dan segala macam kemungkinan yang juga bisa Anda dapatkan secara organic atau tanpa biaya.

Sebagai contoh, jika Anda membutuhkan biaya $0.50 untuk mendapatkan seorang fan baru di facebook, maka peningkatan organik dari 50 fans bernilai $25.

 

Bagaimana Cara Menghitung Nilai Investasi

Meskipun benar bahwa promosi melalui Twitter, Facebook dan sosial media lain gratis, tapi waktu Anda tidak gratis. Perangkat pendukung sosial media Anda mungkin juga tidak gratis. Terlebih jika Anda menggunakan iklan, tentu saja membutuhkan biaya yang bahkan tidak sedikit.

Waktu Anda – Kalikan jumlah biaya tenaga kerja yang Anda keluarkan per jam dengan jumlah jam yang sudah diinvestasikan untuk manajemen sosial media dalam periode waktu tertentu.

Perangkat Sosial Media – kalkulasi semua biaya yang Anda keluarkan untuk perangkat dan jasa yang Anda gunakan untuk sosial media. Hitung biaya mingguan dan bulanan yang perlu Anda keluarkan.

Biaya Periklanan – Jumlah biaya yang Anda habiskan untuk iklan sosial media, seperti Facebook post boost, promoting tweet, dll.

Bila dikalkulasi semua, biaya tersebut adalah nilai dari investasi Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *