Konten Untuk Website Bisnis

Konten adalah isi dari sebuah website yang berfungsi untuk menyampaikan informasi kepada pengunjung. Media yang digunakan bermacam-macam antara lain, teks, gambar, atau video. Berikut contoh konten dalam berbagai media:

Teks, misalnya artikel, deskripsi produk dan bahkan komentar pengunjung blog pun merupakan salah satu bentuk konten
Gambar, seperti foto ilustrasi pada artikel, foto produk dan lain-lain
Video, misalnya video mengenai penjelasan cara menggunakan atau merawat produk yang Anda tawarkan.

Seperti Apa Konten Yang Baik Untuk Website ?

Sebuah website bisnis/toko online sangat membutuhkan konten, karena hal itu merupakan cara utama Anda untuk menyampaikan informasi kepada konsumen. Buatlah konten yang baik, seperti penjelasan produk yang tidak bertele-tele dan mudah dimengerti, cara pembelian/bertransaksi yang tidak rumit dan sebagainya.

Selain itu karena Anda berbisnis di internet maka hindari untuk melakukan copy-paste mengenai segala bentuk teks, karena pasti akan terdeteksi oleh Google. Karena itu coba buat deskripsi untuk produk Anda sendiri, karena pada dasarnya tidak mungkin setiap produk memiliki penjelasan yang sama persis.

Agar tidak membuat konsumen Anda merasa kebingungan dengan bisnis dan produk yang Anda tawarkan, maka Anda harus memberi penjelasan dengan spesifik. Gunakan kata-kata yang mudah dipahami pada keterangan diri Anda (About Us) dan juga pada setiap produk dan jasa yang ditawarkan. Hal yang sama juga berlaku pada konten yang Anda buat pada blog maupun media sosial yang Anda gunakan sebagai salah satu sarana promosi.

Buat kalimat langsung dan aktif untuk memudahkan konsumen memahami apa yang harus mereka lakukan dan bagaimana cara melakukannya. Dimulai dari mereka membuka website Anda, memilih menu, memilih produk, membaca deskripsi produk, hingga melakukan transaksi pembelian.

Jangan gunakan kata-kata asing yang ‘berat’. Hal itu akan membingungkan konsumen dan membuat mereka malas untuk berlama-lama di website Anda. Andalkan seseorang yang pandai untuk menulis dan berkata-kata dalam tim Anda untuk melakukan hal ini.

Anda juga tidak boleh lupa untuk memberikan keterangan yang lengkap pada setiap produk dan jasa yang Anda tawarkan. Misalnya saja Anda menjual sepatu, maka sediakan informasi mengenai bahan dari sepatu tersebut, warna dan ukuran yang tersedia, harga, cara mencuci (jika terbuat dari bahan khusus) dan lainnya.

Konsumen akan merasa puas dan tenang untuk melanjutkan ke transaksi pembelian jika mereka telah memperoleh informasi yang cukup.

Membuat Konten Foto Untuk Website

Agar produk Anda diminati oleh prospek yang mengunjungi website, Anda harus memastikan produk Anda disajikan dalam gambar berkualitas tinggi dan menarik. Hal ini penting mengingat Anda menjual produk Anda secara online. Artinya, produk Anda tidak bisa dirasakan secara fisik oleh pengunjung website Anda.

Melainkan, konsumen membuat pertimbangan untuk membeli berdasarkan apa yang mereka lihat. Artinya, semakin baik gambar produk Anda, semakin besar peluang produk tersebut dibeli oleh konsumen Anda.

Di bawah ini terdapat dua contoh gambar yang buruk dan baik untuk produk yang sama :

Contoh Foto Baik dan Buruk
Biasanya, gambar yang menarik dan berkualitas tinggi dipotret oleh fotografer profesional dengan peralatan yang mahal dan jika perlu diedit oleh desainer visual. Dibutuhkan dana yang tidak sedikit untuk menggunakan jasa tersebut.

Sebenarnya Anda sendiri bisa mengambil foto produk profesional dengan sedikit biaya, bahkan mungkin hanya dengan peralatan yang Anda telah miliki. Kualitas gambar mungkin tidak sebaik gambar yang dibuat oleh fotografer profesional dan/atau yang diedit oleh desainer, namun gambar tersebut masih bisa memenuhi kebutuhan Anda.

Lalu apa saja peralatan yang dibutuhkan?

• Kamera DLSR atau Smartphone yang memiliki kamera (berbasis Android atau ioS)\

kamera
Kamera digunakan untuk memastikan kualitas foto produk Anda

 

• Tenda lampu baik yang anda bisa beli atau yang Anda bisa buat sendiri

Tenda Lampu
• Tripod

tripod
• Lampu

Lampu Pemotretan
Setelah Anda memiliki semua peralatan yang dibutuhkan, anda bisa memulai pemotretan. Panduan berikut dibuat bagi Anda yang menggunakan smartphone sebagai kamera anda dan produk yang Anda yang dapat difoto dengan dimasukkan ke dalam tenda lampu.

Berikut adalah beberapa hal yang harus Anda lakukan :

1. Pengaturan Pencahayaan

Hal utama yang Anda harus perhatikan adalah pengaturan pencahayaan, khususnya apabila Anda mengandalkan smartphone Anda untuk memotret produk Anda. Pengaturan pencahayaan bergantung pada produk yang Anda akan ambil gambarnya dan ketersediaan cahaya sebelum Anda melakukan pengaturan.

Apabila produk yang Anda potret tidak memiliki permukaan mengkilap, Anda bisa langsung menyorotkan lampu Anda ke produk tersebut. Namun apabila produk yang Anda potret memiliki permukaan mengkilap, sebaiknya Anda tidak langsung menyorotkan lampu ke produk tersebut. Hal ini ditujukan agar produk yang mengkilap tersebut tidak memantulkan kembali cahaya yang berasal dari lampu tersebut.

Pengaturan Lampu Untuk Foto

 

Hasil Gambar Pemotretan

Hasil Pemotretan
Latar belakang yang digunakan untuk memotret produk Anda sebaiknya kontras dengan warna produk terkait. Produk yang memiliki warna terang terlihat bagus ketika dipotret dengan menggunakan latar belakang gelap. Sebaliknya, produk berwarna gelap sebaiknya dipotret dengan menggunakan latar belakang terang.

Gambar pemrotetan produk berwarna terang dengan latar belakang gelap

pemotretan

Atur posisi sumber cahaya dan jarak antara sumber cahaya dan produk sehingga Anda mendapatkan pengaturan yang menampilkan produk tersebut seolah-olah produk tersebut mendapatkan sinar yang alami.

2. Penggunaan Tripod
Gunakan tripod untuk menstabilkan kamera Anda dan agar Anda mudah mengulangi pemotretan untuk produk lainnya. Ini akan menghemat waktu Anda karena Anda tidak perlu lagi mengatur jarak antara kamera dan produk yang dipotret. Lakukan eksperimen dengan melakukan beberapa kali pemotretan untuk mencari kualitas gambar terbaik. Setelah Anda menemukan gambar terbaik, jangan rubah posisi tripod Anda.

3. Penggunaan Timer Kamera
Gunakan timer kamera anda agar Anda dapat mengambil foto tanpa menggoyangkan kamera. Meski Anda sudah menggunakan tripod, tekanan jari Anda pada tombol pengambilan gambar bisa memberikan efek getaran terhadap kamera pada saat pengambilan gambar. Akibatnya, kualitas gambar yang Anda ambil bisa buram. Atur waktu agar ada jeda antara penekakan tombol dan diambilnya gambar.

4. Pemrotetan Untuk Beberapa Sisi Produk
Potret produk Anda dari sudut yang berbeda karena konsumen ingin melihat tampilan produk Anda dari beberapa sisi. Selain itu, ambil beberapa foto untuk setiap sisi. Ketersediaan beberapa pilihan foto akan membantu Anda untuk memilih foto yang terbaik.

5. Gunakan Aplikasi Untuk Memoles Gambar Anda
Gambar yang Anda potret mungkin belum sepenuhnya sempurna. Misalnya, ada titik-titik yang tidak diinginkan atau ada bagian yang Anda ingin buat lebih terang atau lebih gelap. Dengan proses pengeditan, Anda bisa membersihkan dan meningkatkan kualitas gambar Anda.

Dalam hal ini, Anda bisa menggunakan aplikasi gratis seperti GIMP (https://www.gimp.org) untuk komputer atau VSCO baik untuk smartphone dengan sistem Android maupun Apple iOS. Anda tidak perlu memahami semua fitur aplikasi ini, yang penting Anda bisa memperbaiki atau meningkatkan kualitas gambar Anda.

Namun sebaiknya Anda jangan melakukan pengeditan yang berlebihan dan membuat gambar produk tampil melebihi tampilan aktual barang tersebut. Hal ini bisa menyebabkan konsumen Anda kecewa apabila barang yang dibelinya tidak sesuai dengan harapannya. Harapan dibangun berdasarkan persepsi konsumen tersebut terhadap produk yang dilihatnya.

Ketentuan Penggunaan Konten Gambar Untuk Website

Sebelumnya, Anda harus mengetahui bahwa setidaknya ada tiga jenis file umum yang digunakan untuk mengupload gambar pada sebuah website, yakni JPEG, GIF dan PNG.

JPEG
Gambar jenis JPEG adalah tipe lama dan sudah menjadi standar bagi gambar yang ada di internet. Gambar jenis JPEG bisa dikompresi dan menghasilkan gambar dengan ukuran file yang kecil.

GIF
Kualitas gambar GIF lebih rendah dari JPEG, dan digunakan untuk gambar yang sederhana seperti ikon atau gambar dekoratif. Mengenai optimasi gambar, sangat baik untuk menggunakan jenis GIF pada gambar-gambar polos pada sebuah website. Namun untuk gambar yang lebih kompleks ataupun foto, jenis GIF sebaiknya dihindari.

PNG
Saat ini gambar jenis PNG lebih populer dibandingkan dengan GIF. Hal ini dikarenakan jenis PNG lebih memiliki banyak warna dibandingkan GIF, dan kualitas mereka tidak akan menurun walaupun sudah disimpan berulang kali.

Gambar di bawah ini adalah contoh perbedaannya :

Berikut beberapa tips untuk memilih format file ;

  • Pada website toko online pada umumnya menggunakan JPEG karena menampilkan gambar dengan kualitas sangat baik dengan ukuran file yang kecil
  • Jangan pernah gunakan jenis GIF untuk gambar atau foto produk karena ukuran filenya akan sangat besar dan tidak ada cara terbaik untuk mengatasinya. Gunakan GIF hanya untuk thumbnail dan gambar dekoratif
  • PNG dapat menjadi alternatif baik untuk JPEG dan GID. Jika Anda tidak bisa mendapatkan foto produk dalam bentuk format PNG, coba gunakan PNG-8 daripada PNG-24. PNG unggul dlaam gambar dekoratif sederhana karena ukurannya yang sangat kecil

Kemudian, ada beberapa cara yang harus Anda ikuti ketika akan mengupload gambar pada website Anda, berikut beberapa diantaranya :

Pilih Nama File yang Benar

Gambar yang SEO friendly dimulai dengan penamaan file yang tepat. Tanpa melihat gambar yang sebenarnya, Anda pastinya ingin agar Google tahu mengenai apa gambar tersebut. Caranya sangat mudah, sesuaikan nama file dengan gambar terkait. Misalnya gambar pantai Kuta di Bali, berikan nama file ‘pantai-kuta-bali.jpg’. Keyword utama pada gambar tersebut adalah pantai karena merupakan subjek utama foto.

Skala Untuk Gambar SEO Friendly
Aspek loading adalah hal yang sangat penting bagi pengalaman pengguna, begitupun untuk SEO. Semakin cepat sebuah website berjalan, maka semakin mudah untuk mengunjungi dan mengindeks website tersebut. Sementara itu, sebuah gambar bisa memiliki pengaruh yang sangat besar dalam proses loading halaman, khususnya ketika Anda menggunakan gambar yang sangat besar dan menampilkannya dalam versi kecil.

Skalakan gambar tersebut sesuai dengan ukuran yang Anda inginkan. WordPress akan membantu dengan memberikan sejumlah pilihan ukuran ketika akan diupload.

Mengurangi Ukuran File
Pastikan gambar Anda disajikan dalam ukuran file sekecil mungkin, meskipun dengan skala atau dimensi yang tetap besar.

seblmnyaselanjutnya


Hubungi kami via email info@progresstech.co.id atau via telp 021-24520689 untuk konsultasi pembuatan website GRATIS!