Pemahaman Website

Mengenal Lebih Jauh Tentang Website

Bagi orang awam yang ingin memiliki website, Anda bisa menggunakan jasa web developer untuk membuatnya. Tapi bukan berarti Anda langsung ‘lepas tangan’ begitu saja. Bagaimana pun sedikit banyak Anda harus mengenal lebih jauh tentang website.

Memang sulit untuk mempelajari mengenai website, termasuk dengan istilah-istilah yang ada di dalamnya. Namun pada dasarnya Anda harus mengerti ‘kulit luar’ website untuk menghindari kesalahan atau bahkan penipuan yang mungkin saja dilakukan oleh web developer Anda.

Untuk mempermudahnya, berikut ini adalah analogi website untuk mempermudah pemahaman Anda :

Website Sebagai Sebuah Bangunan

Proses membuat website dapat dianalogikan seperti proses mendirikan bangunan. Ada banyak fungsi dan jenis bangunan, mulai dari rumah, kantor, restoran, rumah sakit, sekolah dan lainnya. Sama seperti bangunan, ada banyak jenis website yang bisa Anda buat.

Hosting Sebagai Lahan Bangunan

Setelah menentukan mau mendirikan bangunan tertentu, hal selanjutnya yang dilakukan adalah mencari dan membeli lokasi dimana bangunan tersebut akan didirikan. Pada website, lokasi tersebut disebut dengan hosting.

Pada dasarnya, hosting adalah sebuah wadah tempat dibuatnya website. Anda bisa menentukan seluas apa hosting yang dibutuhkan bagi website Anda.

Analogi website sebagai sebuah bangunan
Analogi website sebagai sebuah bangunan (www.imgur.com)

Apa Arti Hosting ?

Mirip dengan proses pembelian properti bangunan, pada saat membeli hosting Anda akan disuguhkan dengan sejumlah paket pembelian yang berbeda-beda. Terdapat beberapa jenis hosting yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan website Anda, yakni shared hosting, dedicated hosting dan VPS.

Berikut perbedaan ketiganya :

  • Shared hosting = rumah susun, dimana Anda berbagi lahan dengan orang lain. Anda juga harus berbagi fasilitas dengan semua orang yang ada pada lahan tersebut bersama-sama.
  • VPS = mirip dengan shared hosting, VPS dapat dianggap sebagai apartemen. Anda berbagi lahan dengan orang lain untuk melakukan kegiatan. Perbedaannya adalah Anda mengeluarkan biaya sesuai dengan kebutuhan dan lahan yang disediakan terbatas. Oleh karena itu tidak semua orang bisa bebas menggunakan VPS atau apartemen, melainkan Anda bisa lebih bebas untuk mengatur unit apartemen atau website Anda.
  • Collocation server = rumah sendiri dengan sertifikat guna bangunan. Artinya Anda memiliki (tidak lagi menyewa) server sendiri sehingga Anda bisa dengan bebas melakukan kegiatan apapun atau merubah apapun yang Anda mau. Namun ‘wadah’ atau rak tempat penyimpanan Anda masih milik orang lain.
  • Dedicated server = disini Anda memiliki rumah yang benar-benar milik Anda sendiri secara seutuhnya, atau dengan kata lain memiliki sertifikat hak milik. Dedicated server berarti Anda memiliki server atau rak milik Anda sendiri.
Baca Juga  Tips Optimasi Website WordPress Anda Jadi Lebih Cepat

Domain Sebagai Alamat Bangunan

Salah satu aspek yang harus dijalankan bersamaan dengan memilih hosting adalah menentukan domain untuk website Anda. Agar mendapat kunjungan tamu pada misalnya rumah atau kantor Anda, maka Anda harus menyampaikan lokasi alamat yang tepat pada mereka.

Domain adalah alamat website Anda yang bisa Anda ciptakan sendiri atau Anda beli dari penyedia. Pilih dan gunakan alamat domain yang mudah untuk dilafalkan dan diingat baik oleh pengguna internet maupun robot mesin pencari.

Anda harus membuat alamat atau nama domain yang bisa mendeskripsikan bangunan kita atau jenis usaha kita. Kemudian baca domain yang benar, yaitu dari belakang ke depan atau kanan ke kiri.

Contoh : www.progresstech.co.id

.id = identitas negara Indonesia
.co = corporate atau perusahaan, menunjukkan latar belakang bentuk website Anda

Ada banyak sekali ekstensi nama domain, seperti .com, .org, .net, .edu dan sebagainya. Setiap ekstensien tersebut memiliki fungsinya yang berbeda-beda.

Protocol Sebagai Jalan Menuju Bangunan

Anda pasti pernah melihat kata “http” atau “https”. Kata tersebut merupakan protocol atau jalan menuju bangunan/website Anda. Namun apa bedanya http dan https ?

Contoh mudahnya, http dapat Anda analogikan sebagai jalan raya biasa yang digunakan untuk menuju sebuah bangunan, sementara https adalah jalur bus Transjakarta (lebih steril) juga untuk menuju bangunan tersebut.

Pada https, jalur yang Anda lalui lebih aman karena memiliki ‘penjaga’, misalnya saja polisi yang berpatroli pada jalur bus Transjakarta sehari-harinya. Kendati demikian walaupun https terjaga, bukan berarti jalur tersebut terbebas dari kendaraan lainnya yang menerobos masuk. Kendaraan yang tidak bertanggung jawab tersebut dapat dianalogikan sebagai virus ataupun hacker.

Material Untuk Website

Sama seperti dibutuhkannya material pada saat mendirikan sebuah bangunan, website pun membutuhkan sejumlah material untuk dapat beroperasi.

Baca Juga  8 Cara Memilih Web Developer Yang Baik

Wireframe = panduan untuk membuat fondasi atau dasar bangunan/website
Blueprint = panduan untuk mendekorasi ruangan bangunan/website

Setelah dua dasar pedoman tersebut selesai, maka istilah baru yang akan Anda dengar selanjutnya adalah HTML, CSS, PHP, database dan Javascript.

HTML dapat dianalogikan sebagai sebuah fondasi bangunan, dasar yang akan menampung dan menjadi titik pertama pembuatan website.

CSS dapat Anda analogikan sebagai bagian dari dekorasi sebuah ruangan/website. Dapat dikatakan CSS adalah desain pada ruangan/website.

PHP dalam hal ini berperan sebagai pembuat fungsi. Misalnya saja website Anda adalah sebuah ruangan kosong, maka ruangan tersebut tak akan bisa beroperasi atau digunakan sebelum PHP membuatkan fungsi ruangan tersebut. Kemudian misalnya ruangan tersebut sudah difungsikan sebagai ruangan kerja, maka peralatan yang ada di dalamnya seperti meja, kursi dan komputer merupakan database.

Kemudian Javascript dapat dianalogikan sebagai media interaksi antara Anda dengan pengunjung, misalnya bel pintu.

Kenapa Membuat Website Membutuhkan Banyak Biaya ?

Biaya Pembuatan Website

Biaya pembuatan website sangat beragam, bisa dimulai dari angka di bawah Rp 5 juta bahkan hingga ratusan juta. Salah satu faktor utama yang membuat pembangunan website mahal adalah karena banyaknya permintaan custom dari klien.

Sama seperti membangun rumah, banyaknya permintaan atau custom bangunan sangat mempengaruhi biaya yang Anda keluarkan, khususnya jika tanpa developer. Namun jika Anda memutuskan untuk menggunakan developer, maka biaya yang harus Anda keluarkan bisa lebih sedikit karena umumnya developer telah memiliki harga paket sendiri.

Ingat, setiap web developer menawarkan harga yang berbeda walaupun layanan yang diberikan hampir sama. Misalnya saja, vendor Agung Sedayu Grup dengan Paramount. Anda dapat melihat bahwa harga yang ditetapkan perusahaan Agung Sedayu Grup lebih mahal daripada Paramount atau vendor lainnya. Harga paket yang bervariasi dan lebih mahal tersebut bisa dilihat dari perbandingan lokasi, desain maupun lama pengerjaan bangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *