Video Marketing Youtube

7 Tips Video Marketing, Yang Tidak Menguras Biaya

Jika brand Anda sedang melakukan kampanye pemasaran di sosial media, khususnya YouTube berikut 7 tips untuk melakukan pemasaran video dengan budget terbatas.

1. Siapkan Sumber Daya

Masalah utama yang mungkin sering menjadi pertimbangan adalah ketersediaan dana. Walaupun begitu Anda tidak perlu menghabiskan biaya besar untuk menanggung komponen biaya pembuatan video, khususnya membangun studio dan menyewa kru.

Idealnya, Anda akan memproduksi konten untuk tiap tahap perjalanan konsumen dan merilis video baru setiap beberapa minggu sekali. Mungkin terdengar berlebihan, tapi Anda bisa mendedikasikan dana dari sumber yang tepat tanpa harus menguras finansial bisnis Anda.

Anda juga tidak membutuhkan studio formal dan peralatan yang terbaik. Kualitas memang penting, tapi keaslian ide dan konsep juga tidak kalah penting. Pengambilan gambar bisa dilakukan di kantor daripada di studio dan Anda bisa mendapatkan kamera dengan kualitas HD dengan harga kurang dari 10 juta. Anda pun juga bisa menyewa kamera tersebut apabila Anda memerlukan kamera tersebut hanya dalam waktu singkat.

2. Cari Tahu Apa Yang Ingin Diceritakan

Bagi sebagian besar organisasi, tidak ada yang namanya konten video potensial. Pikirkan tentang konsumen Anda dan apa yang ingin Anda sampaikan.

Sebuah video pertama yang baik adalah penjelasan mengenai siapa Anda dan apa yang perusahaan Anda lakukan. Kemudian Anda bisa membuat video untuk setiap langkah jalur pemasaran. Dipercaya bahwa konsumen melakukan riset pribadi kepada lebih dari setengah produk yang akan mereka beli dibanding produsennya sendiri. Jadi Anda bisa membuat video mengenai setiap langkah tersebut.

Buat video yang menghibur, tentunya bukan hanya menjelaskan fungsi dan kelebihan produk Anda. Tapi cobalah untuk menunjukan bagaimana konsumen bisa menggunakan produk Anda, dengan cara yang tidak biasa dan menarik tentunya. Promosi video yang menyenangkan bisa membuat brand Anda lebih dekat dengan konsumen.

Baca Juga  Tren Digital Marketing 2017

Lakukan video wawancara dengan orang berpengaruh atau testimonial dari konsumen bisa memberikan inspirasi bagi penonton. Dan dengan cepat meningkatkan kepercayaan tidak hanya bagi apa yang Anda lakukan tapi juga alasan Anda melakukannya. Sementara sebagai konsumen, bisa terlibat langsung dengan tim sales seperti personalisasi video akan sangat menarik. Bisa membantu membawa elemen interaksi manusia kembali kedalam proses transaksi digital.

3. Tunjukan Siapa Anda, Bukan Hanya Etalase Produk

Penjelasan produk memang penting, tapi mereka tidak selalu menciptakan cerita yang menarik. Libatkan konsumen dengan menampilkan kisah sukses mereka. Biarkan rekan bisnis Anda membicarakan bisnis mereka dan alasan mereka bekerja dengan Anda.

4. Buat Singkat & Sederhana

Seperti yang sering dikatakan oleh banyak pembuat film, editing merupakan salah satu proses yang sangat berat. Semua gambar yang Anda ambil mungkin sangat bagus. Semua yang perusahaan Anda lakukan sangat hebat. Tapi Anda tidak bisa membuat semua hal itu terangkum dengan ringkas dan disajikan hanya dalam waktu satu menit.

Sayangnya, penonton memiliki masa perhatian yang cukup singkat, sehingga Anda harus membuatnya sesingkat dan semenarik mungkin, khususnya pada bagian awal.

Sementara Anda mulai membangun koleksi video dan mengukur tingkat penonton, Anda bisa mulai melihat apakah Ada permintaan untuk durasi video yang lebih lama.

5. Jangan Pernah Biarkan Penonton Mengambang

Jika penonton Anda telah menonton video Anda hingga selesai, jangan biarkan mereka menatap layar kosong saja. Tampilkan pesan call to action yang merujuk pada studi kasus, riset atau jurnal terkait.

Rekomendasikan video lain yang terkait, berikan informasi kontak, atau promosikan webinar Anda yang akan diadakan dalam waktu dekat.

Anda bahkan bisa menempatkan call to action di dalam video, sebagai contoh, sebuah polling cepat dengan pertanyaan, hal ini bisa meningkatkan ketertarikan penonton.

Baca Juga  28 Keuntungan Memiliki Website Untuk Bisnis

6. Pilih Tempat Yang Tepat Untuk Video Anda

Sangat menarik untuk memasang video Anda di YouTube atau website pribadi Anda. Strategi terbaik adalah melakukan keduanya, kemudian pasang juga di Facebook.

YouTube sangat efektif karena juga akan tampil di halaman pencarian Google, disamping bebas biaya. Tapi Anda tidak akan memiliki kontrol, karena YouTube bisa memberikan referensi konten yang tidak terkait atau buruk kepada penonton Anda.

Solusinya, tampilkan channel YouTube Anda di website, beserta koleksi video lainnya sehingga pengunjung tidak perlu mengunjungi YouTube. Tidak hanya kontrol yang bisa Anda lakukan tapi juga pengukuran tingkat penonton yang bisa mengarah kepada prioritas pengukuran dan analisa.

7. Tentukan Prioritas Pengukuran dan Analisa

Mengukur hasil adalah satu-satunya cara untuk mengetahui apakah video Anda berhasil. Jangan mengacu kepada angka saja, seperti jumlah berapa kali video Anda ditonton. Hal itu tidak akan mengarah kepada keberhasilan penjualan.

Kumpulkan data mengenai bagaimana video Anda ditonton dan bagaimana penonton terlibat dengan video Anda. Cari tahu durasi dari setiap kali ditonton, penonton yang menonton ulang dan penurunan jumlah video ditonton. Data tersebut bisa membantu Anda mencari tahu apakah video Anda berhasil seperti yang diharapkan.

Bahkan lebih hebatnya lagi Anda bisa melacak data tersebut sampai ke tiap individu penonton. Tim sales Anda bisa melakukan pendekatan terhadap penonton yang menyaksikan 3 video berturut-turut dan tidak menghiraukan penonton yang menyaksikannya selama 10 detik kemudian menekan tombol close.

Memang bila disadari banyak sekali hal perlu dipikirkan untuk teknik pemasaran yang satu ini. Sepuluh tahun lalu, para pemasar cukup terintimidasi dan skeptis akan penggunaan sosial media. Hari ini, hampir setiap perusahaan di dunia mendedikasikan sumber daya mereka untuk sosial media. Beberapa bahkan memiliki tim khusus untuk mengerjakan hal ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *