Berjualan di Instagram: Langkah-langkah agar Bisnis Laris dan Efektif

Instagram, sosial media berbasis grafis ini tiada habisnya dimanfaatkan untuk berbagai tujuan, mulai dari untuk sekadar berbagai momen yang diabadikan dengan foto, karya-karya grafis, media berbagi untuk berbagi pandangan, hingga untuk berjualan (e-commerce).

Tapi perlu diingat, bahwa Instagram seperti halnya dengan platform lainnya, merupakan teknologi yang selalu dikembangkan. Perkembangannya ini menghasilkan perbedaan dan beragam kemungkinan manfaat.

Perubahan-perubahan di Instagram ini semakin jelas untuk memfasilitasi para pebisnis dalam memanfaatkan platform satu ini sebagai media ecommerce.

Kalau Anda masih berjualan di Instagram dengan cara konvensional atau biasa-biasa saja seperti orang kebanyakan, kini saatnya Anda step up untuk meningkatkan bisnis Anda laris dan efektif. Simak tips dan rekomendasi berikut ini.

Ubah profil akun pribadi menjadi akun bisnis

Langkah pertama yakni dengan membuat profil akun terlihat legit, seperti menyertakan logo bisnis atau brand, sekilas deskripsi bisnis atau motto bisnis Anda, alamat website, email, dan contact person.

Jangan lupa untuk mengubah pengaturan profil akun Anda menjadi profil bisnis. Caranya dengan masuk ke menu pengaturan (settings) di profil akun Anda, lalu pilih “switch to business profile”.

Mengubah profil akun pribadi menjadi profil bisnis akan mempertemukan Anda dengan berbagai fitur yang bermanfaat bagi bisnis, contohnya Instagram insights yang menyajikan informasi seputar follower akun Anda beserta engagement mereka, fitur click-to action (CTA) di tiap postingan, fitur link yang bisa dipasang pada Insta stories, dan juga fitur Facebook alignment.

Optimalisasi hashtag

Pengembang Instagram telah melakukan beberapa perubahan pada algoritma Instagram yang membuat kinerja tagar/tanda pagar atau hashtag (#) sedikit berbeda, seperti yang dilansir dari Alona.

Kalau sebelumnya menuliskan hashtag di kolom komentar akan berfungsi sama seperti pada caption postingan Anda, kini hashtag di kolom komentar akan terdeteksi sebagai spam oleh sistem sehingga tidak akan muncul di kolom pencarian. Jadi, sematkanlah 5-20 hashtag pada caption postingan Anda.

Hashtag yang disematkan pada Insta stories dan profil akun bisa muncul dalam kolom pencarian. Dan hashtag sendiri sudah bisa di-follow oleh pengguna Instagram. Canangkanlah hashtag yang relevan dengan bisnis Anda atau merefleksikan bisnis Anda dan gunakan di setiap postingan, story, dan profil akun bisnis Anda.

Mulailah beriklan

Berbisnis tanpa beriklan layaknya memancing ikan hanya dengan pancingan dan kail, namun tanpa umpan. Oleh karena itu, fungsikanlah fitur Instagram Ads untuk mengiklankan brand maupun produk bisnis Anda. Instagram Ads tidak mengharuskan Anda merogoh kocek berlebih agar mendapatkan hasil periklanan yang maksimal.

Beriklan melalui Instagram bisa dilakukan dengan budget minimum, namun hasil yang optimum. Mulailah dengan mendaftar Instagram Ads melalui aplikasi Instagram sendiri agar lebih praktis, atau dengan Facebook Ads Manager, Facebook Power Editor, dan Facebook’s Marketing API. Kemudian susun rencana campaign iklan Anda, target audiences, jadwal, dan penempatan iklan sesuaikan budgetnya.

Gunakan Instagram Shopping jika menjual barang

Jika brand bisnis Anda menjajakan produk berupa barang fisik, bukan jasa atau layanan, Anda bisa memanfaatkan Instagram Shopping. Fitur ini mirip seperti tag pada setiap postingan, namun dikhususkan untuk menandai produk pada postingan, yang kemudian akan memunculkan informasi seputar nama dan harga produk tersebut.

Tag dalam fitur Instagram Shopping juga berfungsi sebagai tombol click-to-action (CTA) yang akan mengantarkan pengguna ke halaman akun atau postingan terkait produk tersebut.

Kerja sama dengan influencer

Bekerja sama dengan influencer untuk mempromosikan, mengiklankan, atau endorse produk Anda juga salah satu cara beriklan yang sangat efektif. Dilansir dari WordStream, biaya (jasa) endorse ini berdasarkan pada jumlah follower (pemilik) akun tersebut, umumnya berkisar antara 1-10 USD untuk setiap 1000 follower.

Memang variasi harga ini akan relatif sedikit lebih mahal daripada fitur Instagram, namun cara ini akan lebih membuat produk Anda lebih “humanis”, karena orang-orang lebih mempercayai rekomendasi atau pendapat dari orang lain ketimbang iklan asli produk itu sendiri.

Jangan lupa untuk aktif membuat postingan seputar brand dan produk bisnis Anda setiap saat. Jadwalkan kapan harus memposting. Dekatkan pula brand dan produk bisnis Anda dengan cara aktif berinteraksi dengan pelanggan/follower di kolom komentar dan juga membagikan kegunaan produk dan event seputar brand bisnis Anda. Good luck!

Sumber : 
Wordstream : Selling on Instagram: 5 Steps to Make Money and Move Units

Baca juga:  Manfaat Sosial Media dan Kerugiannya