Key Performance Indicators (KPIs) untuk e-Commerce

Key Performance Indicator atau biasa disingkat sebagai KPI bisa dianggap sebagai tahapan-tahapan yang harus dilalui agar sukses dalam penjualan online (e-commerce). Dengan memantau pencapaian berbagai indikator berupa KPI, Anda dapat mengetahui perkembangan penjualan, pemasaran, dan berbagai tujuan pelayanan pelanggan.

Jenis-jenis Key Performance Indicators

Sebenarnya terdapat banyak jenis key performance indicator, bisa jadi kuantitatif, kualitatif, prediksi masa yang akan datang, atau menjelaskan hal yang sudah terjadi masa yang sudah lalu.

Secara umum, key performance indicator dalam operasi bisnis dibagi menjadi kategori penjualan (sales), pemasaran (marketing), pelayanan pelanggan (customer service), manufacturing, dan manajemen proyek (project management).

KPI sudah seharusnya ditentukan dan dipantau berdasarkan karakteristik tujuan bisnis online Anda. Bisa jadi beberapa indikator untuk tujuan tertentu tidak cocok untuk dijadikan tujuan e-commerce lain.

One Main Metric dalam penyusunan key performance indicator

One Main Metric (OMM) adalah kumpulan perhitungan utama yang kemudian akan dipecah atau di-break down menjadi beberapa key performance indicator. Beberapa OMM untuk menyusun KPI yang dikenal yakni:

  • Customer Lifetime Value (CLV), adalah perkiraan jumlah pembelian yang akan dilakukan oleh satu pelanggan yang akan membuat bisnis berlangsung.
  • Cost Per Acquisition (CPA), yakni sejumlah dana yang dibayar untuk akuisisi pelanggan berdasarkan usaha pemasaran.
  • Return on Ad Spend (ROAS), merupakan revenue yang dihasilkan dari usaha-usaha pemasaran dibagi dengan biaya pemasaran.
  • Value-per-Visit, jumlah revenue dari website dibagi dengan kunjungan website tersebut, akan berguna untuk mengukur efektivitas beragam kanal pemasaran Anda

Beberapa Ecommerce KPI atau Key Performance Indicator untuk bisnis online

Berikut ini beberapa contoh key performance indicator yang berguna untuk e-commerce Anda, antara lain:

  • Visibilitas brand secara online
  • Kesan online dan offline
  • Jangkauan produk dalam Facebook dan Instagram
  • Kesan video hosting platform seperti YouTube atau lainnya
  • Kesan Google Ads dan Bing ad
  • Kesan orang-orang melalui mesin pencari Google (Search Console)
  • Jangkauan influencer dan partner
  • Jangkauan media periklanan seperti TV atau podcast
  • Perhitungan on site traffic
  • Perhitungan off site traffic
  • Perhitungan email engagement
  • Perhitungan engagement di media sosial
  • Jumlah transaksi online
  • Nilai rata-rata pemesanan (Average Order Value) pelanggan
  • Ecommerce micro-conversions
  • Ratio conversion mikro ke makro
  • Data penjualan (sales) yang lebih rinci
  • Jumlah kunjungan terhadap penjualan
  • Tingkat sales conversion
  • Analisis micro conversions
  • Cost per Acquisition (CPA)
  • Ukuran rata-rata pemesanan
  • Persentasi kunjungan via perangkat mobile
  • Perhitungan perolehan e-commerce
  • Rata-rata nilai lifetime customer
  • Pelacakan produk dan ulasan penjual
  • Profit kotor (gross profit)
  • Rata-rata margin profit
  • Tingkat pengabaian shopping cart
  • Pesanan pelanggan baru dan pesanan pelanggan lama/kembali
  • Cost of Goods Sold (COGS)
  • Jumlah ketersediaan pasar yang relatif terhadap bagian pasar retailer
  • Kesamaan produk (product affinity)
  • Hubungan produk
  • Pemberian harga yang kompetitif (competitive pricing)
  • Visitor baru dan visitor lama/kembali
  • Jumlah waktu yang dihabiskan visitor di website
  • Bouncing rate
  • Sumber traffic pada website
  • Pelanggan newsletter
  • Tingkat pertumbuhan pelanggan
  • Tingkatan email (dari Anda) yang dibuka
  • Click-Through Rate (CTR) pada email
  • Jumlah pelanggan yang berhenti berlangganan
  • Pengikut (follower) dan fans di media sosial
  • Performa SEO
  • Jumlah dan kualitas ulasan produk
  • Tingkat performa afiliasi
  • Tingkat kepuasan pelanggan (Customer satisfaction score/ CSAT)
  • Tingkat peningkatan layanan

Setelah mendapatkan hasil pengukuran key performance indicator, hal yang selanjutnya perlu Anda lakukan adalah menganalisis berbagai hasil pengukuran dari indikator yang tidak sesuai atau meleset dari perkiraan dan tujuan bisnis Anda. Dengan begini, Anda bisa mengambil langkah lanjutan untuk memperbaiki performa bisnis e-Commerce.

 

Baca juga:  4 Cara Efektif untuk Mempromosikan Produk

Sama halnya dengan penyusunan strategi dan tujuan, penyusunan KPI juga tidak kalah penting. Indikator dalam KPI dapat memberikan banyak informasi mengenai bisnis dan pelanggan bisnis Anda, yang kemudian berguna untuk menyusun pilihan strategi bisnis seperti apa yang tepat.

Sumber :
Shopify : 67 Key Performance Indicators (KPIs) for Ecommerce