Faktor Penting untuk Meningkatkan Konversi

5 Faktor Penting untuk Meningkatkan Konversi e-Commerce pada 2018

Jumlah lead yang meningkat memang dapat menjadi salah satu indikator bahwa e-Commerce Anda semakin dikenal. Namun, bagaimana pun juga, konversi lah yang akan membuat e-Commerce Anda mendapat lebih banyak pemasukan.

Masalahnya, meningkatkan jumlah konversi pada e-Commerce tidaklah semudah yang disangka. Apalagi, seiring berjalannya waktu, tren bisnis dan pasar pasti berubah sehingga harus bisa menyesuaikan diri agar tetap relevan.

Di sisi lain, konversi harus berada dalam tingkat yang stabil agar bisnis e-Commerce tidak tersendat. Nah, ternyata ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi hal tersebut. Simak ulasannya di bawah ini.

Teknik story-telling yang menarik

Jumlah pengguna online semakin meningkat di era digital seperti sekarang, begitu pula dengan jumlah brand atau digital marketer yang menggunakan ranah online untuk berjualan dan promosi.

Alhasil para audiens pun sadar bahwa mereka menjadi target dari brand dan digital marketer. Menariknya, mereka tidak keberatan akan hal tersebut selama mereka juga mendapatkan sesuatu yang positif.

Nah, salah satu cara terbaik untuk menyeimbangkan kedua hal tersebut adalah melalui story-telling. Tak sekadar bercerita, story-telling mengharuskan Anda untuk menyampaikan pesan yang menarik dan relevan dalam format yang unik.

Semakin relevan pesan yang disampaikan melalui cerita, hal ini akan meningkatkan human element pada image brand Anda. Anda bisa melakukan story-telling di berbagai platform, mulai dari media sosial hingga blog.

Salah satu bentuk story-telling paling ampuh dalam digital marketing adalah yang disampaikan melalui konten video. Jika dibandingkan dengan konten dalam bentuk tulisan atau gambar biasa, video mampu memberikan engagement yang cenderung lebih tinggi.

Pendekatan omni-channel

Saat ini, ada berapa platform e-Commerce yang Anda miliki? Jika hanya website, sekarang saatnya Anda mempertimbangkan untuk menambah channel lain, bisa berupa aplikasi mobile, akun resmi media sosial, atau website khusus mobile.

Baca juga:  8 Website Pinjam Uang Online

Inilah yang disebut dengan omni-channel. Laporan dari Google menyebutkan bahwa sebanyak 85% online shopper ternyata mulai berbelanja di satu platform dan akan menyelesaikan aktivitas belanjanya tersebut pada platform lain.

Itulah mengapa memiliki banyak platform atau channel sangatlah penting. Pasalnya pula, banyak konversi yang gagal dilakukan karena konsumen berpindah dari satu platform ke platform lain, tapi ia merasa tidak puas dengan penampilan atau cara kerja suatu platform.

Artinya, Anda harus bisa memberikan user experience yang lancar dan menyenangkan di seluruh platform Anda. Hal ini membantu Anda meningkatkan peluang untuk menghasilkan lebih banyak penjualan.

Proses checkout pada website

Sebelum menekan tombol “buy”, biasanya konsumen akan lebih dulu diarahkan pada halaman checkout saat berbelanja di website e-Commerce.

Nah, proses checkout ini ternyata juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan konversi. Kuncinya adalah simplifikasi. Sama seperti di toko konvensional, konsumen mengharapkan proses pembelian yang smooth dan cepat.

Biasanya, ketika konsumen berbelanja dan menemukan produk yang menarik perhatian, mereka akan memasukkannya pada keranjang (online basket). Setelah ini, Anda bisa langsung mengarahkan konsumen untuk mengecek kembali harga dan biaya pengiriman yang harus dibayar.

Jika sudah setuju, segera minta konsumen untuk memasukkan data pengiriman dan pembayaran, baru setelah itu langsung klik “checkout”. Jangan lupa berikan konfirmasi pemesanan dan ucapan terima kasih.

Buat form registrasi yang bersifat opsional

Lalu, bagaimana dengan kasus online basket yang ditinggalkan oleh konsumen karena mereka tidak jadi membeli? Nah, biasanya, salah satu alasan utama hal ini bisa terjadi adalah karena Anda memaksa konsumen untuk melakukan registrasi sebelum pembelian.

Ada dua alasan utama mengapa konsumen malas untuk melakukannya. Pertama, konsumen tidak mau membuat dan mengingat password baru hanya untuk membeli 1-2 produk dari e-Commerce Anda.

Baca juga:  Sistem Pembayaran E-Commerce (Payment Gateway)

Kedua, registrasi biasanya dikaitkan dengan pengiriman newsletter sehingga dianggap sebagai spam. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda membuat registrasi ini sebagai hal yang opsional.

Beri pilihan kepada konsumen untuk melakukan pembelian tanpa harus registrasi. Anda tetap bisa meminta konsumen untuk registrasi melalui cara lain yang lebih menarik, misalnya seperti memunculkan pop-up dengan penawaran diskon khusus.

Storefront app

Dengan memiliki aplikasi khusus bisnis e-Commerce, Anda bisa meningkatkan hubungan dengan para konsumen. Melalui aplikasi pula, Anda bisa mengirimkan push notification yang memiliki peluang lebih tinggi untuk diketahui dan dibaca oleh konsumen.

Lewat push notification pula lah Anda bisa mengirimkan berbagai pesan yang bertujuan untuk re-engagement hingga memberi tahu adanya produk baru.

Tak hanya itu, membuat aplikasi juga akan semakin memudahkan konsumen dalam melakukan pembelian tanpa harus mengunjungi website.

Berdasarkan pengembangan data dan profil yang masuk melalui aplikasi, Anda pun bisa semakin baik dalam menyusun konten yang sesuai dengan preferensi dan kesukaan masing-masing konsumen. Dengan begini, relevansi konten meningkat dan mereka akan merasa spesial.

Bagi yang menjalankan bisnis e-Commerce, meningkatkan lead saja belum cukup. Anda juga harus memutar otak agar konversi juga ikut meningkat. Perhatikan kelima cara di atas agar konversi e-Commerce Anda bisa bertambah banyak pada tahun ini. Good luck!

Sumber:
entrepreneur: 5 Things Startups Can Learn From Digital Transformation