6 Startup Sukses di Indonesia

Kini kata startup semakin sering terdengar. Yes, startup adalah perusahaan rintisan baru yang umumnya pesat perkembangan bisnisnya, dan tak jarang merujuk pada perusahaan (startup) teknologi.

Sebagai tambahan penjelasan, startup bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan cara menghasilkan inovasi produk, jasa, atau bahkan platform.

Tak jarang seiring menjamurnya startup dalam negeri, semakin termotivasi pula pebisnis lain untuk berkarya dalam negeri. Ini dia ulasan enam startup sukses di Indonesia, mari disimak!

 

 

GO-JEK

 

 

Didirikan tahun 2010, kini siapa orang Indonesia yang tidak mengenal GO-JEK? Startup teknologi yang didirikan oleh Nadiem Makarim ini mendapat penghargaan ASEAN Entrepreneur Award dari World Knowledge Forum di Seoul, Korea Selatan, pada 2016 lalu.

GO-JEK disebut-sebut sebagai platform yang membawa dampak positif pada kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia dari berbagai layanan yang ada, mulai dari Go-Ride/Go-Car, Go-Food hingga Go-Send dan Go-Glam.

BukaLapak

 

 

Bagi Anda yang senang berbelanja barang secara online dengan beragam pilihan, tentu tidak asing dengan BukaLapak. Platform jual beli daring ini semakin banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia sekaligus memajukan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Co-founder sekaligus CEO BukaLapak, yakni Achmad Zaky, adalah pria asal Sragen yang mulanya mengembangkan software penghitung cepat untuk Pemilu, lalu menjadi konsultan IT perusahaan Suitmedia, barulah mengembangkan platform yang bermanfaat luas bagi banyak orang.

Traveloka

 

 

Anda yang senang travelling ke sana kemari pasti tidak asing dengan aplikasi Traveloka. Didirikan oleh Ferry Unardi (CEO), Derianto Kusuma (CTO), dan Albert Zhang (Head of Design) pada 2012.

Mulanya Traveloka hanya berupa layanan browsing harga tiket pesawat yang dikumpulkan dari berbagai situs, kemudian pada 2013 baru bisa melakukan pemesanan pesawat secara mandiri. Beberapa tahun berselang, kini startup ini juga melayani pemesanan tiket kereta api, akomodasi seperti hotel, bahkan tiket bioskop.

Tokopedia

 

Baca juga:  Kunjungi Booth ProgressTech di Trade Expo 2016

 

Memberikan layanan belanja online, Tokopedia sebagai salah satu kompetitor BukaLapak juga merupakan startup dalam negeri. William Tanuwijaya (CEO) bersama dengan Leontinus Alpha Edison (Director) membangun Tokopedia pada 2009 lalu.

Walau dengan tantangan berat terkait modal di awal pendiriannya, Tokopedia kini menjadi platform yang dimanfaatkan secara luas oleh pelaku UMKM di Indonesia. Startup ini juga mendapatkan penghargaan Best Company in Consumer Industry dalam Indonesia Digital Economy Award 2016.

Disdus

 

 

Didirikan oleh Jason Lamuda, Disdus merupakan startup yang bergerak di bidang ritel e-commerce. Jason Lamuda mengawali karirnya di McKinsey & Company dari 2008 sampai 2010.

Kemudian mendirikan Disdus pada 2011 bersama Ferry Tenka. Kini Disdus telah diakuisisi oleh perusahaan asal Amerika Serikat, Groupon. Sang pendiri Disdus juga melanjutkan bisnis digitalnya dengan mendirikan Berrybenka.com.

HijUp

 

 

Pada Agustus 2011, Diajeng Lestari mendirikan e-commerce business to customer (B2C) berkonsep fashion mall bagi wanita muslim di Indonesia. Startup ini sekarang menjual tak kurang dari 120 merek dagang dari lebih tiga puluh desainer lokal.

Bahkan kini berkembang menjual pakaian anak-anak hingga produk rumah tangga. Konsumen HijUp juga tak hanya terbatas di Indonesia, tetapi juga merambah ke Malaysia, Singapura, hingga beberapa negara timur tengah.

Itulah ulasan beberapa startup sukses Indonesia yang tak hanya memajukan bisnis jasa dan barang, namun juga menginspirasi pebisnis lain dalam negeri untuk sukses pula. Produk atau layanan startup mana saja yang paling sering Anda gunakan?

Sumber:
Techinasia: 12 kisah sukses founder startup Indonesia