Tantangan Pebisnis E-Commerce

5 Tantangan Utama Bagi Para Pebisnis E-Commerce dalam Menghadapi Transformasi Digital

Adopsi teknologi semakin banyak dimanfaatkan masyarakat Indonesia, baik dari sektor pemerintahan hingga bisnis skala kecil sampai kelas korporasi.

Di sektor pemerintahan jelas teknologi berperan efektif dalam memangkas birokrasi yang berbelit sehingga bisa semakin mendekatkan akses ke masyarakat.

Untuk bisnis, teknologi seolah menjadi dasar paling fundamental dalam inovasi, terlebih lagi bisnis-bisnis yang bergerak di bidang digital seperti E-commerce.

Namun, layaknya sebuah transformasi digital, proses adopsi teknologi sering menghadapi beberapa tantangan yang mau tidak mau menuntut setiap pebisnis untuk mencari solusi agar mampu bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Untuk itu, Anda perlu terlebih dulu memahami tantangan utama apa saja yang akan dihadapi seorang pebisnis E-Commerce dalam menghadapi transformasi digital.

Kebiasaan pelanggan

Kebiasaan pelanggan atau consumer behaviour menjadi tantangan paling awal yang harus dihadapi oleh pebisnis E-Commerce.

Umumnya, masalah terjadi ketika masyarakat yang menjadi audiens atau target Anda sudah nyaman dengan cara konvensional. Hal ini sering dialami pada sekelompok masyarakat atau individu yang tidak mampu dengan cepat mempelajari sebuah teknologi.

Langkah antisipasi yang harus dilakukan adalah melalui peningkatan komunikasi. Tentu saja, sebelum bertansformasi, terlebih dulu Anda harus menginformasikan hal tersebut secara terbuka, termasuk memberi wawasan demi peningkatan kemampuan SDM audiens Anda.

Dengan begitu, transformasi digital yang dilakukan dapat diikuti dengan baik oleh target bisnis Anda.

Menjangkau pelanggan baru

Selain mempelajari dan mengubah kebiasaan pelanggan lama, Anda tentu harus merancang strategi baru yang memungkinkan bisnis E-Commerce Anda menjangkau pelanggan baru dengan ukuran pasar yang lebih luas lagi.

Bisnis E-Commerce yang berbasis online sudah bisa dipastikan mampu menjangkau siapa pun yang tertarik dengan penawaran Anda, tak peduli di mana pun ia berada.

Baca juga:  3 Hal Ini Bisa Menghambat Adopsi Transformasi Digital Anda

Quebec mencatat ada sekitar US$6,6B dari pembelian di mana US$1,7B dilakukan secara online. Angka ini sudah cukup membuktikan bahwa bisnis E-commerce dapat memudahkan pelanggan menemukan produk yang mereka butuhkan serta meningkatkan pendapatan bisnis Anda.

Namun demikian, pastikan Anda harus selalu menciptakan pengalaman berbelanja yang menyenangkan agar pelanggan akan kembali ke situs Anda untuk pembelian selanjutnya.

Katalog produk

Berbeda dengan bisnis konvensional pada umumnya, berbisnis melalui situs E-Commerce tentu membutuhkan halaman khusus katalog produk guna memudahkan pencarian konsumen.

Tentu saja, katalog produk ini tidak bisa disusun secara sembarangan. Anda harus membuat katalog sesuai dengan kategori, ukuran, atau bahkan warna produk.

Dengan begitu, apapun bentuk pencarian yang dilakukan, konsumen akan menemukan jawaban terbaik di katalog produk Anda.

Menariknya, melalui katalog produk ini Anda juga bisa dengan mudah membuat daftar produk apa saja yang paling diminati dan juga sebaliknya.

Hal ini akan menjadi alternatif yang tepat terkait persediaan stok sehingga konsumen tidak akan kecewa jika produk yang diinginkan habis. Anda bisa menyediakan stok sesuai dengan kebutuhan dan minat pembelian konsumen.

Kolaborasi dengan supplier terpercaya

Jika Anda merupakan produsen sekaligus penjual dari produk yang ditawarkan, mulai sekarang pandai-pandailah memilih supplier yang akan diajak bekerja sama.

Pastikan ketersediaan alat dan bahan serta material lainnya memenuhi kebutuhan sehingga tidak menghambat proses produksi. Hal ini juga berlaku jika Anda menjual barang jadi.

Pilih distributor terpercaya yang bersedia memasok stok dagangan sesuai dengan jumlah permintaan Anda.

Jangan lupa untuk selalu update jumlah stok barang yang tertera di halaman katalog Anda. Sebaiknya lakukan pembaruan info stok 1-2 kali dalam sehari.

Baca juga:  7 Hal yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Memutuskan untuk Mengikuti Transformasi Digital

Hal ini bertujuan agar tidak ada konsumen yang merasa ‘tertipu’ ketika melakukan pembayaran untuk tiga barang namun ternyata yang tersedia hanya satu barang.

Ingat, kepercayaan konsumen adalah hal utama yang juga harus Anda pertahankan selama menjalankan bisnis E-commerce.

Kepuasan konsumen

Tantangan selanjutnya yang akan dihadapi pelaku bisnis E-Commerce dalam tranformasi digital adalah terkait kepuasan konsumen.

Ada dua kemungkinan yang akan didapatkan bisnis Anda, keuntungan atas banyak ulasan positif atau justru Anda kehilangan pelanggan akibat beberapa ulasan negatif dari konsumen yang telah melakukan pembelian di situs Anda.

Di era digital, tentu segala hal menjadi semakin transparan di mana konsumen bisa dengan bebas menuliskan komentar mereka terhadap pelayanan dan kualitas produk yang didapatkan.

Hal ini berarti Anda harus terus berupaya agar konsumen dapat dilayani dengan baik serta mendapatkan kualitas produk terbaik selama melakukan pembelian di situs E-commerce Anda.

Itulah tadi beberapa tantangan yang harus Anda hadapi demi mempertahankan bisnis E-commerce di tengah transformasi digital. Jangan ragu untuk melakukan evaluasi terhadap jalannya bisnis Anda bersama dengan orang-orang di dalam perusahaan.

Manfaatkan kolom komentar yang sudah diisi oleh konsumen untuk menemukan kekurangan apa yang harus diperbaiki serta kelebihan mana yang perlu dipertahankan. Semoga bermanfaat!

Sumber:
Adviso: 8 key challenges for merchants