Tren E-Commerce di Tahun 2018

Teknik dan Strategi yang Akan Mempengaruhi Tren E-Commerce di Tahun 2018

Tren E-commerce selalu mengalami perubahan setiap tahun. Bahkan pada beberapa kasus, perubahan tren akan terjadi lebih dari satu kali dalam setahun akibat sebuah isu atau berita yang berkembang di masyarakat.

Sebagai seorang pebisnis, Anda harus memahami teknik dan strategi yang perlu diterapkan agar bisnis tetap bisa berkompetisi di pasar persaingan yang lebih luas.

Di Indonesia, ada banyak hal yang memengaruhi perubahan tren E-commerce di sepanjang tahun 2018 ini.

Pasalnya, seperti yang Anda ketahui, ada beragam faktor yang mempengaruhi daya beli masyarakat termasuk perhelatan Pilkada serentak, isu-isu di media sosial, hingga keluar-masuknya budaya asing.

Lantas, apa saja teknik dan strategi yang akan mempengaruhi tren E-commerce 2018 ini?

Peningkatan performa pada perangkat smartphone

Di era digital seperti sekarang ini, peningkatan performa pada seluruh perangkat mobile tentu akan sangat memengaruhi tren E-Commerce itu sendiri.

Tercatat ada sekitar 120 juta pengguna aktif smartphone di Indonesia saat ini yang melakukan pembelian secara online melalui situs-situs E-Commerce.

Untuk menghadapi kondisi ini, Anda harus fokus pada peningkatan performa brand pada perangkat smartphone, baik dari tampilan maupun kemudahan akses.

Pasalnya, ada beberapa situs yang menyajikan user interface yang bagus ketika diakses melalui desktop, tetapi kurang nyaman saat diakses lewat smartphone.

Perhatikan hal-hal seperti ini agar Anda tidak kehilangan konsumen.

Ciptakan konten berkualitas

Di tengah perubahan tren E-Commerce, content marketing masih menjadi strategi terbaik untuk meningkatkan engagement dan trafik kunjungan di situs Anda.

Pasalnya, content marketing bertujuan untuk menciptakan brand awareness hingga melahirkan kepercayaan konsumen yang nantinya akan menghasilkan leads.

Tentu saja, keberhasilan strategi content marketing harus didukung dengan konten-konten yang berkualitas.
Dalam hal ini ,konten yang dibuat haruslah berfokus pada kebutuhan audiens.

Baca juga:  12 Website Aplikasi HR & Payroll Indonesia Yang Harus Dicoba

Sajikan konten yang informatif dan tentunya relevan dengan masalah yang dihadapi, namun hindari untuk terlalu mempromosikan produk Anda.

Selain menciptakan artikel, Anda juga bisa menggunakan berbagai jenis media lain berupa visual yang jauh lebih menarik seperti video, infografis, dan GIF.

Utamakan konten visual

Tentu saja, konten visual lebih disukai daripada konten yang hanya berisi tulisan-tulisan saja. Konten visual pada situs E-Commerce dipercaya akan menciptakan lebih banyak engagement dan meningkatkan trafik kunjungan dari audiens.

Jadi, apabila Anda ingin meningkatkan engagement di situs Anda serta memenangkan SEO dengan cara yang lebih modern, maka teknik dan strategi di tahun 2018 adalah dengan meningkatkan kualitas konten visual berupa gambar dan video.

Meningkatkan link building

Google menyatakan tren E-Commerce 2018 tidak akan menghilangkan backlink secara total, namun Anda perlu meningkatkan link building dengan cara yang berbeda.

Alih-alih berfokus pada kuantitas link, cobalah untuk mempelajari dari mana backlink tersebut berasal. Tak perlu berasal dari situs besar, yang penting situs pemberi backlink masih berada pada lingkup yang sama dengan situs E-Commerce Anda.

Meningkatkan link building untuk SEO pada 2018 kemungkinan besar akan fokus pada proses membangun hubungan mutual antar situs. Hal ini berarti backlink yang bagus berasal dari interaksi dua situs yang organik dan aktif.

Baik melalui penulis tamu atau guest blogger atau sekadar berbagi di situs editorial. Selain itu, Anda juga harus mengalihkan fokus dengan cara membangun link yang berkualitas, bukan backlink berjumlah banyak tapi justru bersifat spam.

Gunakan native advertising

Tren E-Commerce di tahun 2018 juga dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan consumer behaviour. Tak heran jika kemudahan informasi di zaman sekarang membuat konsumen lebih cermat dibandingkan dulu yang cenderung menghindari iklan.

Baca juga:  5 Teknologi POS yang Dapat Meningkatkan Keuntungan Retailer

Perlu diketahui, hal inilah yang menyebabkan iklan dalam format tradisional seperti banner ads jadi tidak efektif untuk digunakan tahun ini.

Agar perusahaan tetap bisa menjangkau konsumen potensial, Anda perlu mempromosikan produk melalui native advertising.

Dengan native advertising, iklan Anda bisa menyesuaikan bentuk daftar konten lain sesuai dengan platform penayangannya. Audiens pun pasti tidak akan merasa terganggu.

Manfaatkan customer experience

Last but definitely not least, Anda wajib memanfaatkan pengakuan langsung dari konsumen melalui kolom komentar yang tertera di situs E-Commerce.

Dengan begitu, audiens akan dengan mudah melihat nilai kualitas produk dan layanan yang diberikan oleh perusahaan Anda.

Tentu saja, konsumen cenderung akan mencari situs terpercaya berdasarkan rekomendasi dari konsumen yang lebih dulu menikmati kemudahan berbelanja di E-Commerce milik Anda.

Berbeda dengan konten-konten yang dicantumkan pada advertising, pendapat dari konsumen lain sudah bisa dipastikan lebih objektif.

Semakin banyak pengalaman menyenangkan yang dibagi, maka semakin meningkat pula leads yang akan Anda dapatkan. Oleh karena itu, pastikan Anda tetap meningkatkan kualitas produk dan layanan agar kepuasan konsumen tetap dapat terpenuhi.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda yang sedang menghadapi perubahan tren E-Commerce di tahun 2018 ini, ya!

Sumber: What techniques and strategies will influence ecommerce trends in 2018