tren media sosial 2018

5 Tren Media Sosial yang Patut Disimak di 2018

Diawal tahun 2018 ini sudah waktunya bagi Anda dan tim untuk mempersiapkan strategi baru dalam memasarkan brand dan produk melalui media sosial. Serupa dengan tren tahun 2017, digital marketing dengan menggunakan media sosial juga diperkirakan akan menjadi strategi utama dalam upaya pemasaran online.

Untuk mencapai semua itu Anda harus terlebih dahulu melihat tren media sosial yang harus disiapkan di tahun 2018. Setidaknya ada 5 kunci utama yang perlu diperhatikan, berikut ulasannya.

1. Konten Singkat

Jangan beranggapan bahwa Anda harus menggunakan fitur yang rumit. Pasalnya, justru fitur yang bisa menghasilkan konten yang singkat lah yang mampu meningkatkan engagement.

Sebelum Instagram Stories populer di tahun 2017, Snapchat merupakan pioner pertama yang memiliki fitur dan konsep untuk menghasilkan konten yang singkat namun menarik dan efektif.

Yang dimaksud dengan konten singkat di sini contohnya adalah konten pada Snapchat dan Instagram Stories yang hanya akan muncul selama 24 jam saja. Strategi dan tren media sosial seperti ini adalah cara terbaik untuk menjangkau pasar millenial dan generasi Z.

Ada beberapa manfaat yang bisa Anda dapatkan dari pembuatan konten singkat:

  • Konten singkat dianggap lebih otentik daripada iklan atau spam yang bertahan lama demi mendorong publik melakukan pembelian
  • Karena hanya bertahan beberapa waktu, elemen ini meningkatkan potensi FOMO (fear of missing out) sehingga publik mengambil tindakan dengan lebih cepat
  • Pengguna media sosial bisa mengakses konten dengan informasi lebih lengkap dengan cara yang mudah, misalnya pilihan “Swipe Up” pada Instagram Stories
  • Mendapatkan perhatian dari pelanggan potensial

2. Konten yang Meningkatkan Engagement Secara Personal

84% millenial tidak suka dengan konsep iklan atau promosi secara tradisional, sehingga membuat konten dengan sudut pandang perusahaan Anda sudah tidak dianjurkan lagi.

Baca juga:  35 Tips Media Sosial Untuk Bisnis

Publik tidak menyukai konten yang tidak relevan dengan minat atau diri mereka sendiri. Melainkan, konten yang dibuat secara personal berdasarkan kepribadian pasar akan cenderung menarik perhatian.

Mengetahui kepribadian target pasar memberikan Anda gambaran untuk membuat konten sesuai dengan keinginan atau kebutuhan pasar. Cari tahu dan kenali kepribadian target pasar berdasarkan usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pendapatan, minat hingga lokasi mereka.

3. Social Chatbot Sebagai Inovasi Layanan Pelanggan

Pada tahun 2018, diprediksi bahwa sekitar 30% percakapan akan dilakukan menggunakan mesin atau chat bot.

Yang dimaksud dengan chatbot adalah aplikasi yang dibuat untuk menstimulasikan percakapan. Chatbot memungkinkan penggunanya untuk bisa berinteraksi dengan sistem kapanpun yang mereka inginkan, sehingga mampu membangun hubungan baik dengan pelanggan potensial.

Bisnis yang besar dan memiliki banyak pelanggan membutuhkan chatbot untuk membantu mereka dalam menjawab pertanyaan dan menjaga hubungan dengan pelanggan. Pada dasarnya, chatbot membantu perusahaan dalam menciptakan interaksi personal dengan setiap pelanggan.

Chatbot sebagai customer service akan sangat membantu kebutuhan pelanggan dan membantu Anda untuk mengalahkan kompetitor.

4. Live streaming dan Penyiaran Interaktif

Instagram dan Facebook merupakan dua platform media sosial yang sudah memiliki fitur live streaming. Tak membutuhkan waktu lama, fitur ini langsung menjadi favorit banyak orang dan tentu saja dimanfaatkan oleh para pemasar (internet marketer).

Live streaming “memaksa” follower untuk tetap menyaksikan siaran langsung, sehingga Anda bisa melihat siapa saja target yang memang tertarik dengan produk Anda.

Di samping itu, channel interactive broadcasting seperti Agora misalnya, bisa menciptakan komunikasi dua arah di mana audiens bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Media sosial ini secara otomatis terintegrasi dengan aplikasi lainnya yang ada di perangkat yang digunakan.

Baca juga:  Teknik Menggunakan Media Sosial Untuk Bisnis

5. Konten visual

Jika dulu upaya pemasaran atau iklan lebih condong pada penggunaan teks untuk menyampaikan informasi, maka lain halnya dengan saat ini. Terus bertambahnya pengguna media sosial yang mengakses dan saling membagikan gambar menjadikan konten yang paling tepat digunakan sebagai sarana pemasaran saat ini adalah konten visual.

Sumber:
AdWeek: 5 Social Media Trends That Will Have Maximum Impact in 2018