website untuk generasi millennial

5 Cara Membuat Website yang Baik untuk Generasi Millennial

Generasi millennial yang lahir pada akhir 80an hingga akhir 90an merupakan generasi yang terkenal tidak mudah untuk dipuaskan.

Apalagi soal website. Untuk itu, Anda bisa mengikuti beberapa cara ini untuk membuat website Anda diminati oleh mereka.

1. Kumpulkan Data dari Target Market Anda

Memprofilkan millennial bukanlah hal yang susah, banyak pusat data yang merilis fakta tentang generasi ini. Baik secara keseluruhan ataupun per kelompok umur (misal, millennial umur 20an atau millennial umur 30an).

Memang millennial memiliki kesukaan sendiri secara global, namun bila Anda menyasar target tertentu, misal millennial di usia 20an, sebaiknya Anda mempelajari data mereka dengan saksama sebelum benar-benar membuat konsep untuk website.

2. Mereka Suka yang Beda

Generasi millennial umumnya tak suka disamakan, mereka menyukai orisinalitas dalam diri mereka sendiri. Termasuk juga bagaimana dengan cara mereka menentukan sebuah website yang mereka sukai.

Website yang menawarkan sesuatu yang berbeda bisa menjadi penarik utama bagi mereka, setidaknya soal user experience-nya.

Contohnya saja website e-commerce yang kerap memiliki fitur yang berbeda antara satu dan lainnya. Ada yang memfasilitasi pembayaran via pulsa, ada yang memfasilitasi pembayaran cicilan tanpa kartu kredit. Perbedaan ini bisa membuat mereka bertahan.

Mereka juga cenderung merasa suka terwakili. Seperti website Zilingo yang menjual fashion e-commerce mereka dengan marketing yang memberikan perwakilan dari masing-masing gaya pakaian yang ada di Indonesia.

Dengan merasa ada sesuatu yang membuat mereka terkoneksikan dengan website tersebut, mereka bisa bertahan.

3. Jangan Terlalu Banyak Memberikan Opsi di Halaman Depan

Terlalu banyak opsi di depan (kecuali website Anda adalah e-commerce atau milik pemerintahan) justru membuat mereka malas untuk melihat.

Baca juga:  Macam-Macam Browser Terbaru & Fiturnya

Apalagi ketika opsi ini tidak didesain dengan baik dan website Anda bukanlah website rujukan umum. Buat tampilannya menarik dengan opsi simpel.

Barulah ketika mereka memilih salah satu dari opsi tersebut jabarkan apa saja yang Anda tawarkan. Pilih maksimal lima dari opsi utama yang dijual oleh website Anda.

4. Mobile Baru Desktop

80% dari millennial menggunakan smartphone, karena itu jangan memfokuskan desain website Anda pada desktop terlebih dahulu. Disarankan untuk membuat versi mobile-nya baru dibesarkan menjadi versi desktop.

Beberapa pengembang website juga banyak yang bisa membuat website responsif, jadi Anda tak perlu bingung ketika membuatnya karena tampilan mobile dan desktop akan disesuaikan dengan mudah.

Namun karena memang mayoritas dari mereka akan lebih sering menggunakan smartphone daripada komputer (kecuali profesi tertentu) sebaiknya Anda memberatkan pada desain mobile website.

Jangan sampai fitur-fitur menarik di desktop Anda ternyata tak bisa diakses oleh para pengguna smartphone.

5. Integrasi dengan Media Sosial Itu Harus

Kecuali website Anda adalah e-commerce atau website berita cepat, umumnya para millennial lebih suka menunggu apa yang di-share di lini masa media sosial mereka sebelum membuka artikel dari sebuah website.

Karena itu, Anda wajib mengintegrasikan website dengan media sosial. Sehingga mereka bisa lebih mudah mengakses hal-hal yang Anda buat.

Inilah beberapa tips membuat website yang baik untuk generasi millennial. Yang pasti Anda harus benar-benar memahami mereka terlebih dahulu untuk bisa menciptakan sesuatu yang menarik.

Bahkan iklan-iklan Dimas Djay (Ramayana dan Indo Es Krim) yang dikenal aneh namun viral juga dibuat dengan memperhatikan aspek-aspek yang disukai oleh para millennial. Selamat mencoba!

Sumber:
Forbes: Five Ways To Engage Millennials Through Your Content Marketing